JAKARTA –

BORNEONEWS, Jakarta – Prabowo Subianto menyatakan pemerintah segera menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga maksimal 5 persen per tahun guna mendorong kesejahteraan masyarakat kecil.

Kebijakan tersebut disampaikan dalam pidato peringatan Hari Buruh Internasional di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat, 1 Mei 2026.

Prabowo menegaskan telah menginstruksikan bank-bank milik negara untuk segera merealisasikan program tersebut dalam waktu dekat.

Menurutnya, langkah ini diambil karena selama ini masyarakat kecil seperti buruh, petani, dan nelayan kerap terbebani bunga pinjaman yang tinggi.

“Rakyat kecil jangan sampai penghasilannya habis hanya untuk membayar bunga pinjaman,” ujarnya.

Selain program KUR, pemerintah juga menyiapkan skema kepemilikan rumah bagi buruh guna mengurangi beban biaya sewa yang selama ini cukup besar.

Dalam skema tersebut, biaya yang sebelumnya digunakan untuk kontrak rumah akan diarahkan menjadi cicilan kepemilikan hunian.

Prabowo menjelaskan tenor cicilan akan dibuat fleksibel, mulai dari 20 hingga 40 tahun, sehingga lebih ringan bagi pekerja.

Ia menilai skema tersebut aman diterapkan karena kelompok buruh, petani, dan nelayan memiliki basis tempat tinggal yang relatif tetap serta produktif.

Dalam kegiatan itu, Presiden didampingi sejumlah pejabat dan tokoh buruh, di antaranya Andi Gani Nena Wea dan Said Iqbal.

ANTARA