BORNEONEWS, Moskow – Negara-negara ASEAN mempercepat proses ratifikasi kesepakatan keamanan pasokan minyak bumi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan stabilitas energi di kawasan Asia Tenggara, terutama saat terjadi gangguan distribusi global.
Menteri Perdagangan Filipina, Cristina Roque, menyampaikan bahwa ASEAN tengah mendorong percepatan ratifikasi ASEAN Framework Agreement on Petroleum Security (APSA).
Kesepakatan tersebut memungkinkan negara anggota mengambil langkah darurat secara terkoordinasi, termasuk berbagi pasokan minyak, guna menghadapi potensi krisis energi.
Situasi ini dipicu oleh eskalasi konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat.
Ketegangan tersebut berdampak pada terganggunya jalur Selat Hormuz, yang merupakan rute utama distribusi minyak dan gas dari kawasan Teluk Persia ke pasar global.
Gangguan pada jalur ini memicu kenaikan harga energi di berbagai negara serta meningkatkan kekhawatiran terhadap ketahanan pasokan global.
Dengan percepatan ratifikasi APSA, ASEAN berharap dapat memperkuat koordinasi regional dalam menjaga ketersediaan energi di tengah dinamika geopolitik dunia.
ANTARA









