JAKARTA –

BORNEONEWS, Jakarta - Pakar Ilmu Pemasaran sekaligus Guru Besar President University Prof Jhanghiz Syahrivar mengusulkan perubahan paradigma ilmu pemasaran dari sekadar mencari keuntungan bisnis menjadi lebih berorientasi pada keadilan dan tanggung jawab sosial.

Dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, Prof Jhanghiz memandang pemasaran sebagai kekuatan yang turut membentuk cara masyarakat memahami tanggung jawab serta memperoleh pengakuan sosial melalui konsumsi.

"Melalui mekanisme pasar, beban moral didistribusikan, makna sosial diproduksi, dan relasi kuasa dilembagakan dalam bentuk yang sering kali tampak wajar," katanya.

Oleh karena itu ia mendorong para akademisi untuk mulai mengembangkan riset yang secara nyata berorientasi pada pemberdayaan konsumen dan tanggung jawab etis entitas bisnis.

Salah satu riset krusial yang didorong adalah penelitian terkait praktik manipulatif, seperti greenwashing, yang berpotensi menyesatkan konsumen, serta eksploitasi nilai religius dalam strategi pemasaran.

Lebih jauh ia menegaskan perlunya pergeseran pertanyaan mendasar dalam praktik pemasaran dari sekadar mencari apa yang menguntungkan perusahaan, menjadi apa yang adil, pantas, dan bertanggung jawab.

Menurut Jhanghiz, pemasaran harus dipahami secara komprehensif sebagai bagian dari sistem sosial yang selalu berkaitan erat dengan struktur, institusi, serta dinamika kekuasaan dalam masyarakat.

Pendekatan etik yang menitikberatkan pada tanggung jawab publik ini dinilai menjadi semakin relevan untuk diterapkan di Indonesia yang sangat kaya akan nilai budaya dan religius.

Pemasaran dinilai memiliki tanggung jawab publik yang besar untuk tidak hanya melayani kepentingan segelintir korporasi di pasar, tetapi juga kepentingan masyarakat secara luas.

"Jika pemasaran diajarkan dan dipraktikkan tanpa keberanian moral, ia akan menjadi disiplin yang efisien tapi hampa. Namun, jika dibangun di atas tanggung jawab sosial dan etika, pemasaran dapat menjadi salah satu kekuatan paling berpengaruh dalam membentuk masa depan bangsa," ucapnya.

Sebagai informasi, Prof. Jhanghiz mencatatkan sejarah sebagai Guru Besar termuda di lingkungan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah IV Jawa Barat, sekaligus alumni angkatan pertama President University yang berhasil mencapai puncak karier akademik tersebut.

ANTARA