SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Badan Nasional Narkotika Kabupaten (BNNK) Kotawaringin Timur (Kotim) mengakui masih menghadapi sejumlah keterbatasan dalam upaya memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkoba di wilayah tersebut. Meski demikian, BNNK terus berupaya meningkatkan efektivitas penanggulangan dengan berbagai langkah strategis dan kolaborasi lintas sektor.

Kepala BNNK Kotim, Muhammad Fadli, menyampaikan bahwa salah satu kendala utama adalah keterbatasan anggaran dari pemerintah pusat yang tidak dialokasikan secara khusus untuk BNNK tingkat kabupaten. Akibatnya, koordinasi lebih banyak dilakukan dengan BNNK Provinsi guna mengoptimalkan sumber daya yang ada.

“Anggaran yang kami terima dari pusat belum secara khusus dialokasikan untuk BNNK tingkat kabupaten, sehingga kami lebih banyak koordinasi dengan BNNK Provinsi untuk pelaksanaan program,” ungkap Fadli, Jumat, 1 Mei 2026.

Selain itu, keterbatasan sumber daya manusia dan fasilitas pendukung juga menjadi tantangan besar. Hingga kini, BNNK Kotim belum memiliki kantor khusus maupun fasilitas penunjang seperti ruang tahanan sementara yang esensial untuk mendukung proses pemberantasan narkoba secara optimal.

“Meskipun fasilitas dan SDM kami masih terbatas, kami tetap menjalankan fungsi penyelidikan dan berencana meningkatkan razia, termasuk di tempat hiburan malam yang menjadi salah satu lokasi rawan peredaran narkoba,” jelas Fadli.

Dalam waktu dekat, BNNK Kotim juga berencana melibatkan berbagai pemangku kepentingan, seperti pemerintah daerah, kepolisian, dan TNI, guna menyusun langkah-langkah konkret dalam pemberantasan narkoba secara terintegrasi.

Selain kegiatan razia dan penyelidikan, BNNK Kotim aktif menggencarkan penyuluhan hukum mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba, termasuk di lingkungan kampus seperti Sekolah Tinggi Ilmu Hukum.

“Kami terus mengadakan penyuluhan di berbagai kalangan, terutama di kampus. Kegiatan ini mendapat dukungan positif dari mahasiswa dan dosen sebagai bentuk kolaborasi dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba,” ujar Fadli.

Lebih lanjut, Fadli menekankan bahwa penanggulangan narkoba bukan hanya tanggung jawab pemerintah dan aparat penegak hukum, melainkan menjadi tugas bersama seluruh elemen masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi peran media yang turut aktif memberitakan bahaya narkoba sehingga masyarakat semakin waspada. Penanggulangan narkoba adalah tanggung jawab bersama,” tutup Kepala BNNK Kotim.

Dengan berbagai keterbatasan yang dihadapi, BNNK Kotim berkomitmen terus meningkatkan upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba melalui sinergi yang lebih kuat dengan berbagai pihak demi mewujudkan Kotawaringin Timur yang bebas dari penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang. (DEVIANA/y)