BORNEONEWS, Sampit – Kepala Badan Nasional Narkotika Kabupaten (BNNK) Kotawaringin Timur, Muhammad Fadli menyoroti kawasan eks Golden yang masih berpotensi menjadi titik peredaran narkoba di Kota Sampit.
"Setiap penyuluhan hukum, kawasan itu selalu menjadi sorotan. Setelah kunjungan bersama beberapa pihak, kondisinya perlu terus dievaluasi. Tanpa pengawasan berkelanjutan, potensi peredaran akan kembali seperti semula,” ujar Muhammad Fadli, Jumat (30/4/2026).
Fadli menegaskan pentingnya pengawasan dan evaluasi terus-menerus terhadap eks Golden agar upaya pemberantasan narkoba di kawasan ini berjalan efektif dan tidak hanya bersifat sementara.
Ia menyebut kawasan tersebut sebagai “etalase” Kota Sampit karena letaknya yang strategis dan mudah terlihat oleh masyarakat umum.
“Pengawasan yang berkelanjutan sangat dibutuhkan agar titik rawan seperti eks Golden tidak menjadi pusat peredaran narkoba yang sulit dikendalikan,” tegasnya.
Lebih lanjut ia menegaskan untuk meminimalisir peredaran dan penyalahgunaan narkoba pihaknya akan berkolaborasi dengan Polri maupun TNI.
Selain itu, BNNK Kotim juga membuka ruang dialog dan menerima berbagai masukan dari masyarakat, termasuk insan pers, guna merumuskan langkah-langkah penanganan yang lebih strategis dan efektif.
“Kami membuka kesempatan bagi masyarakat dan media untuk memberikan masukan. Dengan kolaborasi dan strategi yang matang, kami optimistis upaya penanggulangan narkoba di ditiik rawan pada khususnya dan Kotim umumnya bisa berjalan maksimal dan berkelanjutan,” tambah Muhammad Fadli.
Melalui pendekatan kolaboratif ini, BNNK Kotim berharap dapat menggalang dukungan semua pihak demi mewujudkan Kotawaringin Timur yang bebas dari penyalahgunaan dan peredaran narkotika agar tercipta lingkungan yang aman dan sehat bagi seluruh warga. (DEVIANA/H)









