BORNEONEWS, Muara Teweh - Polres Barito Utara,Kalimantan Tengah, menangkap tersangka keempat S alias Mano (45) terkait kasus pembunuhan satu keluarga di Desa Benangin, Kecamatan Teweh Timur, Kabupaten Barito Utara, Minggu (19/4).
"Ya, pelaku ditangkap Selasa (28/4) sekitar pukul 16.00 WITA dan kini ditahan di Polres Barito Utara. Operasi penangkapan dibantu Polsek Kongbeng dan Polres Kutai Timur," kata Kasat Reskrim Polres Barito Utara AKP Ricky Hermansyan kepada wartawan di Muara Teweh, Jumat 1 Mei 2026.
S sebelumnya kabur selama 9 hari dan kemudian ditangkap petugas saat bersembunyi di pondok kosong lahan belukar di Kecamatan Kongbeng, Kutai Timur.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, Mano mengaku membunuh tiga korban dari lima korban, sedangkan tersangka F membunuh satu korban. Satu korban lagi, yakni bocah berusia tiga tahun masih didalami siapa pembunuhnya.
"Tersangka mengaku korban dibunuh dengan senjata tajam. Senjata api ditembakkan ke atas. Senpi rakitan sudah dibuang ke sungai. Tapi mandau sudah disita, semua cocok dengan hasil autopsi," jelas Ricky.
Berdasarkan catatan kepolisian, pada 2025, korban Ono pernah ditampar Mano, sehingga diproses tindak pidana ringan di Pengadilan Negeri Muara Teweh.
Sebelumnya Polres Barito Utara menangkap tiga terduga pelaku pembantaian yakni berinisial VN (pria), LK (pria), dan SA (perempuan).
Terduga LK tercatat pernah menjadi kepala desa di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur. Terduga LK dan SA merupakan pasangan suami-istri, sedangkan VN yang berkeluarga dengan SA ditangkap di Kaltim.
Peristiwa ini, berkaitan dengan sengketa perebutan lahan. Lahan berada dalam kawasan hutan dekat dengan jalan perusahaan HPH PT Timber Dana di Kilometer 95.
Pembantaian keji terjadi di perbatasan Kalteng-Kaltim tepatnya di lokasi PT. Timber Dana, Benangin, Kecamatan Teweh Timur, Kabupaten Barito Utara, Minggu (19/4) sekitar pukul 16.30 WIB.
Satu keluarga terdiri dari enam orang warga Desa Benangin II dibantai oleh kelompok terduga pelaku. Tercatat lima orang meninggal dunia dan satu korban mengalami luka parah, sehingga dilarikan ke RSUD Muara Teweh.
Korban meninggal dunia yakni Cuah (55), Hasna (40), Tasya Haulina (17), David (3), Ono (50), sedangkan korban luka kritis bernama Alfian usia 40 tahun dirawat di RSUD Muara Teweh.
ANTARA









