BORNEONEWS, Tamiang Layang – Pemerintah Kabupaten Barito Timur secara resmi melepas 103 jemaah calon haji, Jumat, 1 Mei 2026, dengan komitmen pelayanan maksimal dan pendampingan menyeluruh sejak keberangkatan hingga kembali ke tanah air.
Pelepasan yang dilaksanakan di GPU Mantawara Tamiang Layang tersebut, menjadi momentum penting yang menegaskan sinergi pemerintah daerah, panitia dan instansi terkait dalam menyukseskan penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah.
Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Barito Timur, Misnohartaku, menegaskan bahwa seluruh persiapan telah dilakukan secara optimal, mulai dari aspek anggaran hingga teknis pelayanan di lapangan. Ia menyebut, pemerintah daerah menjalankan amanah Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 dengan menitikberatkan pada pembinaan, pelayanan dan perlindungan jemaah.
“Pemerintah Kabupaten Barito Timur dalam upaya penyelenggaraan Ibadah Haji mempunyai tujuan dan tugas untuk memberikan pembinaan, pelayanan dan perlindungan kepada jemaah calon haji dengan sebaik-baiknya, sehingga jemaah dapat mandiri serta dapat menunaikan ibadahnya sesuai dengan ketentuan ajaran agama Islam,” ujarnya.
Misnohartaku juga memastikan dukungan anggaran telah dialokasikan melalui DPA Sekretariat Daerah Tahun 2026, sehingga seluruh rangkaian kegiatan keberangkatan hingga penjemputan jemaah dapat dipersiapkan secara maksimal.
“Seluruh kegiatan yang berhubungan dengan keberangkatan dan penjemputan jemaah haji telah disiapkan secara maksimal oleh Pemerintah Kabupaten Barito Timur,” tambahnya.
Dalam aspek fasilitas, pemerintah daerah menyediakan berbagai layanan pendukung, antara lain pembagian kain batik khas daerah dan slayer sebagai seragam, pendampingan jemaah sejak Tamiang Layang hingga asrama haji, serta transportasi berupa empat bus besar dan satu bus kecil menuju embarkasi Banjarmasin.
Tak hanya itu, pengawalan dan pengamanan juga melibatkan Polres Barito Timur dan Dinas Perhubungan, sementara layanan kesehatan didukung ambulans dan tenaga medis. Konsumsi selama perjalanan pun disiapkan penuh oleh pemerintah daerah.
Dinas Kesehatan turut melaksanakan pemeriksaan kesehatan serta vaksinasi Covid-19, meningitis dan influenza bagi jemaah sebelum keberangkatan.
Sementara itu, Bupati Barito Timur, M Yamin, dalam sambutannya menekankan bahwa keberangkatan haji merupakan panggilan istimewa dari Allah SWT yang tidak semua orang dapatkan. Ia mengingatkan para jamaah untuk menjaga niat dan sikap selama menjalankan ibadah.
“Dari jutaan orang yang merindukan Baitullah, Bapak dan Ibu adalah tamu-tamu Allah yang terpilih tahun ini untuk datang ke Baitullah dan ini adalah nikmat luar biasa yang patut disyukuri,” katanya.
Bupati juga berpesan agar jemaah menjaga kesehatan, meningkatkan kesabaran, serta menjaga kekompakan selama berada di Tanah Suci. Menurutnya, para jemaah tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga nama daerah.
“Tingkatkan kesabaran dan jaga kekompakan, Bapak/Ibu berangkat membawa nama daerah, tunjukkan akhlak mulia, saling membantu dan patuhi arahan agar ibadah berjalan tertib dan lancar,” pesannya.
Selain itu, Bupati turut menitipkan doa bagi kemajuan daerah. “Doakan daerah kita, titip doa untuk Kalimantan Tengah, secara khusus untuk Kabupaten Barito Timur agar senantiasa aman, damai, maju dan masyarakatnya sejahtera,” ujarnya.
Yamin juga menyampaikan harapan agar seluruh jemaah dapat menjalankan rangkaian ibadah dengan lancar dan kembali dalam keadaan selamat.
“Semoga Bapak/Ibu jamaah calon haji dapat melaksanakan rangkaian ibadah haji dengan baik dan sempurna, diberikan kekuatan, kesehatan dan kemudahan, serta kembali ke tanah air dengan selamat dan memperoleh predikat haji yang mabrur dan mabruroh,” tutupnya.
Dengan kesiapan matang dari berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, Kementerian Haji dan Umrah, tenaga kesehatan, hingga aparat keamanan, pelaksanaan ibadah haji tahun ini diharapkan berjalan lancar dan memberikan pengalaman spiritual yang khusyuk bagi seluruh jemaah asal Barito Timur. (AGUSTINUS BOLE MALO)









