BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Kebakaran melanda sebuah rumah warga di Desa Kota Baru, RT 002, Kecamatan Kapuas Tengah, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Jumat malam, 1 Mei 2026. Peristiwa ini dilaporkan terjadi sekitar pukul 20.47 WIB dan menghanguskan satu unit bangunan rumah milik warga setempat.
Berdasarkan laporan yang dihimpun, rumah yang terbakar diketahui milik Deon, dengan jumlah penghuni satu kepala keluarga atau dua jiwa. Tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun kerugian material diperkirakan cukup besar akibat bangunan yang habis dilalap api.
Informasi awal kejadian disampaikan oleh relawan dan aparat setempat yang menerima laporan dari warga. Kebakaran terjadi pada malam hari, sehingga sempat membuat warga sekitar panik sebelum api berhasil dikendalikan.
Kepala Desa Kota Baru, Yongki Adi Sandan, membenarkan kejadian tersebut dan menyampaikan bahwa satu rumah warga dinyatakan hangus terbakar dalam insiden itu.
“Kami membenarkan telah terjadi kebakaran di Desa Kota Baru, RT 002, Kecamatan Kapuas Tengah, yang menghanguskan satu buah bangunan rumah milik warga atas nama Deon,” ujar Yongki.
Ia juga memastikan bahwa data korban telah didata oleh pihak desa dan akan segera ditindaklanjuti sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Sementara itu, Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) Kapuas Tengah melalui A. Roziq mengungkapkan adanya kendala serius dalam proses penanganan kebakaran di lokasi kejadian.
Menurutnya, armada pemadam tidak dapat menjangkau titik kebakaran secara maksimal karena kondisi jembatan menuju lokasi tidak memungkinkan dilalui kendaraan besar jenis R6.
“Kami dari Redkar Kapuas Tengah ingin menyampaikan, kendala di lapangan armada tidak bisa masuk ke lokasi karena jembatan tidak memungkinkan dilalui kendaraan R6. Itu yang bisa kami sampaikan kepada rekan-rekan,” kata A. Roziq.
Peristiwa ini menjadi perhatian serius, terutama terkait kondisi infrastruktur akses di wilayah tersebut. Warga dan relawan berharap adanya perbaikan jembatan agar penanganan kebakaran maupun kejadian darurat lainnya ke depan dapat dilakukan lebih cepat dan efektif. (SABRIANOOR)









