PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Perkembangan harga komoditas di Pangkalan Bun, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, Senin, 26 Januari 2026, secara umum terpantau stabil. Namun, terdapat sejumlah komoditas yang mengalami perubahan harga, baik kenaikan maupun penurunan.

Berdasarkan laporan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Kotawaringin Barat, kenaikan paling mencolok terjadi pada cabai rawit merah. Komoditas ini naik sebesar Rp10.000 atau 20 persen, dari Rp50.000 menjadi Rp60.000 per kilogram.

Selain itu, gula pasir kemasan juga mengalami kenaikan sebesar Rp1.000 atau sekitar 5,88 persen, dari Rp17.000 menjadi Rp18.000 per kilogram.

Di sisi lain, harga daging ayam ras (boiler) justru mengalami penurunan sebesar Rp1.000 atau 2,13 persen, dari Rp47.000 menjadi Rp46.000 per kilogram.

Sementara itu, sebagian besar komoditas lainnya terpantau stabil. Pada kelompok barang pokok hasil pertanian, harga berbagai jenis beras seperti Dua Baung, Lahap, Medium, Siam Unus, dan Siam Lantik tidak mengalami perubahan. Komoditas lain seperti bawang, kacang-kacangan, tomat, kentang, kol, wortel, hingga kelapa juga relatif stabil.

Hal serupa terjadi pada kelompok barang hasil industri. Harga minyak goreng, tepung terigu, garam beryodium, serta produk susu tidak mengalami perubahan signifikan, kecuali gula pasir yang mengalami kenaikan.

Untuk sektor peternakan dan perikanan, harga daging sapi, ayam kampung, telur, ikan segar, ikan kering, hingga udang galah cenderung stabil, kecuali daging ayam ras yang mengalami penurunan.

Adapun pada kategori barang penting, harga pupuk, gas elpiji, bahan bangunan, serta emas juga terpantau tidak mengalami perubahan.

Laporan ini dikeluarkan di Pangkalan Bun pada 26 Januari 2026 sebagai bagian dari pemantauan rutin harga komoditas di wilayah tersebut.

Untuk mengetahui perkembangan harga lengkap, berikut link tabel harga komoditas di Kobar: 

Daftar harga komoditas di Kobar per 26 Januari 2026

Daftar harga komoditas di Kobar per 26 Januari 2026

(MUHAMMAD AGUSTA WIJAYA/J)