PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Perkembangan harga komoditas di Pangkalan Bun, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat per Senin, 2 Februari 2026, menunjukkan fluktuasi pada sejumlah komoditas, meski secara umum harga masih relatif stabil.

Berdasarkan laporan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Kotawaringin Barat, kenaikan signifikan terjadi pada komoditas cabai. Cabai merah keriting naik dari Rp60.000 menjadi Rp80.000 per kilogram atau meningkat 33,33 persen. Sementara cabai rawit merah juga naik dari Rp65.000 menjadi Rp80.000 per kilogram atau sebesar 23,08 persen.

Di sisi lain, kacang tanah mengalami penurunan harga dari Rp40.000 menjadi Rp35.000 per kilogram atau turun 12,5 persen.

Pada sektor perikanan, harga ikan segar juga mengalami penurunan. Ikan kembung turun dari Rp50.000 menjadi Rp45.000 per kilogram, sedangkan ikan tongkol turun dari Rp40.000 menjadi Rp35.000 per kilogram.

Selain itu, lonjakan harga juga terjadi pada logam mulia. Harga emas 24 karat naik dari Rp2.550.000 menjadi Rp2.900.000 per gram atau meningkat 13,73 persen. Emas 17 karat naik dari Rp1.900.000 menjadi Rp2.100.000 per gram, sementara emas 9 karat melonjak dari Rp1.000.000 menjadi Rp1.200.000 per gram.

Sementara itu, komoditas lainnya seperti beras, bawang, gula, minyak goreng, tepung terigu, produk susu, serta bahan bangunan dilaporkan tidak mengalami perubahan harga.

Pemantauan harga dilakukan di Pasar Cempaka Planggan Sari, Pasar Indra Sari, serta area pertokoan di wilayah Arut Selatan sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas harga di daerah.

Untuk mengetahui perkembangan harga lengkap, berikut link tabel harga komoditas di Kobar: 

Daftar harga komoditas di Kobar per 2 Februari 2026

Daftar harga komoditas di Kobar per 2 Februari 2026

(MUHAMMAD AGUSTA WIJAYA/J)