KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Banjarmasin - Sebuah kasus pencurian dua kotak susu di kawasan Kelurahan Kampung Melayu, Kota Banjarmasin, Jumat, 1 Mei 2026 menyisakan kisah pilu tentang kerasnya tekanan hidup yang dialami warga kurang mampu.

Peristiwa yang melibatkan pria berinisial TK itu bukan sekadar tindak kriminal biasa, melainkan cerminan kondisi sosial yang memprihatinkan.

Aksi tersebut akhirnya diselesaikan secara damai melalui pendekatan problem solving oleh jajaran Polsek Banjarmasin Tengah. Bhabinkamtibmas Kelurahan Sungai Baru, Aipda Bambang Suherman, bahkan turun tangan langsung dengan mengganti kerugian pihak toko sebesar Rp200.000 demi menghindari proses hukum lebih lanjut.

Di balik perbuatannya, tersimpan beban hidup yang berat. TK diketahui tidak memiliki pekerjaan tetap dan harus menanggung keluarga besar dengan 8 anak.

Kondisi semakin memprihatinkan karena istrinya mengalami gangguan kejiwaan, membuat beban ekonomi sepenuhnya berada di pundaknya.

Situasi keluarga TK menggambarkan realita yang jauh dari kata layak. Dua anaknya yang masih balita berusia 4 bulan dan 2 tahun bahkan telah diadopsi oleh tetangga karena ketidakmampuan ekonomi.

Sementara enam anak lainnya hidup tanpa akses pendidikan, menambah panjang daftar persoalan sosial yang dihadapi keluarga ini.

Kasi Humas Polresta Banjarmasin IPDA Harry Sucahyo menyebut tindakan pencurian itu dilatarbelakangi kebutuhan mendesak. Apa yang dilakukan TK bukan semata-mata karena niat jahat, melainkan dorongan keadaan yang menghimpit hingga batas kemampuan.

"Kami membantu atas dasar kemanusiaan. Pihak toko sepakat berdamai setelah uang pengganti kerugian dibayarkan," ungkapnya.

TK sendiri merupakan warga pendatang dari Pangkalanbun, Kalimantan Tengah, yang baru dua minggu menetap di Kelurahan Sungai Baru. Namun secara administrasi, ia tercatat sebagai warga Handil Bakti, Kabupaten Barito Kuala, sehingga sempat menyulitkan upaya pemulangan ke daerah asalnya.

Upaya penanganan pun melibatkan Dinas Sosial, hingga akhirnya TK beserta keluarganya dibawa ke rumah singgah di Kabupaten Barito Kuala untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Pendampingan dilakukan agar keluarga tersebut bisa mendapatkan bantuan yang lebih layak dan berkelanjutan.

Peristiwa ini menjadi potret nyata bahwa kemiskinan masih menjadi persoalan serius. Di balik angka kriminalitas kecil, sering tersembunyi cerita besar tentang ketidakberdayaan, yang membutuhkan empati serta solusi nyata dari berbagai pihak. (SABRIANOOR)