BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Perkembangan harga komoditas di Pangkalan Bun, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat per Kamis, 2 April 2026 menunjukkan penurunan signifikan pada komoditas cabai, meski sebagian besar harga lainnya masih relatif stabil.
Berdasarkan laporan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Kotawaringin Barat, harga cabai merah besar anjlok hingga 50 persen dari Rp140.000 menjadi Rp70.000 per kilogram. Penurunan juga terjadi pada cabai merah keriting yang turun 46,67 persen dari Rp150.000 menjadi Rp80.000 per kilogram.
Sementara itu, cabai rawit merah dan hijau masing-masing turun 8,33 persen dari Rp120.000 menjadi Rp110.000 per kilogram.
Di sisi lain, harga bawang justru mengalami kenaikan. Bawang merah naik 11,11 persen menjadi Rp50.000 per kilogram, sedangkan bawang putih naik 12,5 persen menjadi Rp45.000 per kilogram.
Komoditas kacang tanah mengalami penurunan harga sebesar 13,16 persen menjadi Rp33.000 per kilogram.
Pada sektor peternakan, harga daging ayam ras (broiler) turun 4,26 persen menjadi Rp45.000 per kilogram. Selain itu, harga emas 24 karat juga mengalami penurunan sebesar 9,43 persen menjadi Rp2.400.000 per gram.
Sementara itu, berbagai komoditas lainnya terpantau stabil, termasuk beras, kacang-kacangan, gula, minyak goreng, tepung terigu, hingga produk susu.
Stabilitas juga terjadi pada sektor peternakan dan perikanan lainnya seperti daging sapi, ayam kampung, telur, ikan segar, serta udang galah. Harga barang penting seperti pupuk, gas elpiji, bahan bangunan, hingga batu bata juga tidak mengalami perubahan.
Pemantauan harga ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga kestabilan harga dan pasokan kebutuhan pokok di wilayah Arut Selatan.
Untuk mengetahui perkembangan harga lengkap, berikut link tabel harga komoditas di Kobar:
Daftar harga komoditas di Kobar
Daftar harga komoditas di Kobar
(MUHAMMAD AGUSTA WIJAYA/J)









