PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Perkembangan harga komoditas di Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat per Kamis, 9 April 2026 menunjukkan fluktuasi pada sejumlah bahan pokok, meski sebagian besar harga masih relatif stabil.

Berdasarkan laporan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Kotawaringin Barat, harga beras jenis Siam Unus mengalami kenaikan dari Rp23.000 menjadi Rp25.000 per kilogram atau naik 8,7 persen. Kenaikan juga terjadi pada beras Siam Lantik yang naik dari Rp18.000 menjadi Rp20.000 per kilogram atau 11,11 persen.

Pada komoditas cabai, harga cabai rawit hijau naik dari Rp110.000 menjadi Rp120.000 per kilogram atau meningkat 9,09 persen. Sementara cabai rawit merah justru mengalami penurunan dari Rp130.000 menjadi Rp120.000 per kilogram atau turun 7,69 persen.

Di sektor industri, harga gula pasir eceran naik tipis dari Rp18.000 menjadi Rp18.500 per kilogram atau naik 2,78 persen.

Sementara itu, pada sektor peternakan, harga daging ayam ras (boiler) mengalami penurunan dari Rp45.000 menjadi Rp42.000 per kilogram atau turun 6,67 persen.

Untuk kategori barang penting, harga pupuk KCL juga mengalami kenaikan cukup signifikan dari Rp10.000 menjadi Rp12.000 per kilogram atau naik 20 persen.

Adapun komoditas lainnya seperti minyak goreng, tepung terigu, daging sapi, ikan segar, bahan bangunan, hingga emas terpantau tidak mengalami perubahan harga.

Pemantauan harga ini dilakukan di Pasar Cempaka Planggan Sari, Pasar Indra Sari, serta kawasan pertokoan sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas harga di wilayah Arut Selatan.

Untuk mengetahui perkembangan harga lengkap, berikut link tabel harga komoditas di Kobar: 

Daftar harga komoditas di Kobar

Daftar harga komoditas di Kobar

(MUHAMMAD AGUSTA WIJAYA/J)