KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Banjarmasin - Operasi pencarian terhadap Anak Buah Kapal (ABK) KM Camara Nusantara 6 yang terjatuh di perairan Pelabuhan Trisakti akhirnya membuahkan hasil.

Tim SAR Gabungan menemukan korban, Prasetyo Adi Wibowo (24) dalam kondisi meninggal, Sabtu pagi, 2 Mei 2026 setelah dua hari pencarian intensif.

Peristiwa nahas ini bermula pada Jumat, 1 Mei 2026, sekitar pukul 05.10 WITA. Korban dilaporkan terjatuh dari kapal saat berada di area pelabuhan. Rekan kerja korban yang mengetahui kejadian tersebut segera melaporkannya kepada pihak berwenang untuk dilakukan upaya pencarian.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Basarnas Banjarmasin langsung mengerahkan tim rescue ke lokasi kejadian. Penyisiran dilakukan dengan berfokus pada titik terakhir korban terlihat atau Last Known Position (LKP).

Operasi SAR ini melibatkan berbagai unsur gabungan, mulai dari TNI AL, Bakamla, Ditpolair Polda Kalimantan Selatan, Satpoair Polresta Banjarmasin, BPBD Kota Banjarmasin, hingga relawan dan rekan sesama ABK kapal. Kolaborasi ini mempercepat proses pencarian di perairan.

Sejumlah peralatan turut digunakan dalam operasi, di antaranya RIB 01 Banjarmasin, peralatan selam, serta teknologi Aqua Eye untuk mendeteksi objek di bawah permukaan air. Kondisi cuaca yang cerah turut mendukung optimalisasi penyisiran di lapangan.

Sabtu pagi pukul 07.30 WITA, korban akhirnya ditemukan mengapung dengan jarak sekitar satu mil laut dari titik awal kejadian. Selanjutnya, korban dievakuasi dan dibawa ke RSUD Ulin Banjarmasin untuk penanganan lebih lanjut.

“Kami mengonfirmasi bahwa korban atas nama Prasetyo Adi Wibowo telah berhasil ditemukan oleh Tim SAR Gabungan pada Sabtu pagi dalam kondisi meninggal dunia. Posisi korban ditemukan sejauh satu mil laut dari titik awal kejadian. Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat,” ungkap Kepala Kantor SAR Banjarmasin, I Putu Sudayana,

Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi ditutup pada pukul 08.00 WITA setelah dilakukan debriefing bersama seluruh unsur yang terlibat. Seluruh personel kemudian dikembalikan ke satuan masing-masing. (SABRIANOOR/R)