PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemko Palangka Raya mencatat tren positif dalam sektor ketenagakerjaan selama tiga tahun terakhir. Jumlah penduduk yang bekerja mengalami peningkatan signifikan sejak 2024 hingga sekarang mencapai 153,88 ribu orang.

Pertumbuhan ini dinilai sebagai cerminan dari membaiknya iklim investasi dan ekonomi pascapandemi yang terjadi pada 2020-2022.

Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, menyampaikan bahwa kenaikan ini merupakan hasil dari sinergi antara kebijakan pemerintah daerah dengan sektor swasta.

Ia merinci bahwa pada 2022, jumlah pekerja berada di angka 148,14 ribu, kemudian naik tipis menjadi 148,61 ribu pada 2023, hingga akhirnya melonjak cukup tajam pada tahun ini. Menurutnya, stabilitas ekonomi kota menjadi faktor kunci yang menarik penyerapan tenaga kerja secara berkelanjutan.

"Roda ekonomi di Kota Palangka Raya bergerak semakin cepat. Hal ini menunjukkan bahwa lapangan kerja yang tersedia mampu mengimbangi laju pertumbuhan penduduk usia produktif kita," katanya, Sabtu, 2 Mei 2026.

Lebih lanjut, Zaini menjelaskan bahwa pemerintah kota terus berupaya memperluas kesempatan kerja melalui berbagai program pelatihan keterampilan dan kemudahan perizinan usaha.

Ia menekankan bahwa kenaikan jumlah pekerja dari tahun ke tahun menunjukkan kepercayaan pasar yang tinggi terhadap potensi ekonomi daerah, baik di sektor jasa, perdagangan, maupun industri pengolahan.

Meskipun angka pertumbuhan terlihat impresif, Zaini mengingatkan bahwa tantangan ke depan adalah memastikan kualitas pekerjaan yang tersedia.

Pemerintah kota berkomitmen tidak hanya mengejar kuantitas atau jumlah pekerja, tetapi juga memperhatikan perlindungan tenaga kerja dan tingkat upah yang layak agar kesejahteraan masyarakat Kota Cantik dapat meningkat secara merata.

"Target kita adalah menekan angka pengangguran seminimal mungkin dengan terus membuka ruang bagi industri-industri baru untuk berkembang di sini," pungkasnya. (HENDRI)