BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Rencana kenaikan tarif penyeberangan Ferry Mawar masih sebatas wacana dan belum memasuki tahap koordinasi resmi dengan Dinas Perhubungan.
Hal tersebut disampaikan Mirhansyah selaku Kasi Perencanaan Prasarana Dinas Perhubungan Kabupaten Kapuas, yang menyebut hingga saat ini belum ada pihak pengelola yang datang untuk melakukan pembahasan terkait kenaikan tarif.
“Kalau rencana kenaikannya kemungkinan ada, tapi masih belum ada pengelola ferry Mawar yang ke Dishub melakukan koordinasi,” ujarnya, Sabtu, 2 Mei 2026.
Dalam mekanisme yang berlaku, pengelola terlebih dahulu harus mengantongi kesepakatan dari unsur masyarakat setempat seperti RT, RW, dan lurah.
Setelah itu, barulah dokumen kesepakatan tersebut disampaikan ke Dishub sebagai bagian dari administrasi. “Dishub hanya minta surat kesepakatannya saja,” tegasnya.
Ferry Mawar merupakan salah satu penyeberangan paling ramai di Kuala Kapuas. Tidak sedikit warga yang memilih jalur ini sebagai alternatif mobilitas sehari-hari.
Bahkan, sebagian masyarakat Kapuas lebih memilih menggunakan ferry tersebut dibanding melintasi Jembatan Pulau Petak, terutama untuk menuju wilayah Anjir hingga ke arah Banjarmasin.
Dengan belum adanya koordinasi tersebut, kenaikan tarif Ferry Mawar masih mengambang. Masyarakat pun diimbau untuk menunggu informasi resmi agar tidak terjadi kebingungan di lapangan. (SABRIANOOR)








