JAKARTA –

BORNEONEWS, Jakarta – Pemerintah memastikan program Sekolah Unggul Garuda dirancang inklusif dan terbuka bagi seluruh talenta terbaik dari berbagai daerah di Indonesia.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, mengatakan proses seleksi dilakukan secara transparan dan menjangkau peserta didik dari seluruh wilayah.

“Kami memastikan proses seleksi berjalan transparan, inklusif, dan mampu menjaring talenta terbaik dari seluruh daerah,” ujarnya, Sabtu, 2 Mei 2026.

Ia menjelaskan, pemerintah telah melakukan berbagai persiapan dalam pengembangan Sekolah Garuda, mulai dari sistem seleksi, sosialisasi, hingga peningkatan kapasitas sekolah.

Untuk Sekolah Unggul Garuda Baru, saat ini terdapat empat lokasi yang sedang dalam tahap pembangunan, yakni di Belitung Timur (Bangka Belitung), Timor Tengah Selatan (NTT), Konawe Selatan (Sulawesi Tenggara), dan Bulungan (Kalimantan Utara).

Keempat sekolah tersebut ditargetkan dapat digunakan secara bertahap untuk mendukung penerimaan peserta didik baru pada tahun ajaran ini.

“Saat ini Sekolah Unggul Garuda Baru sedang melaksanakan PPDB. Tahap kedua sudah selesai, dan kami berharap siswa terbaik dapat bergabung pada tahun ajaran baru,” jelasnya.

Selain itu, pemerintah juga berencana membangun enam sekolah baru serta menambah jumlah Sekolah Unggul Garuda Transformasi pada 2026.

Untuk program transformasi, saat ini tengah berlangsung tahap seleksi dengan jumlah pendaftar mencapai 240 sekolah dari 25 provinsi.

Penentuan jumlah dan lokasi sekolah akan disesuaikan dengan hasil evaluasi, kesiapan daerah, serta kebutuhan strategis nasional dalam pemerataan akses pendidikan berkualitas.

Program ini diharapkan mampu memperluas kesempatan bagi generasi muda Indonesia untuk mendapatkan pendidikan unggul secara merata di seluruh wilayah.

ANTARA