BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Fenomena menyerupai belalai angin terlihat di wilayah perbatasan Kabupaten Kapuas pada Sabtu sore, 2 Mei 2026. Warga melaporkan kemunculan pusaran angin tersebut dari kawasan Jalan Trans Kalimantan Km. 10 hingga bergeser ke Km. 9,5 Kecamatan Kapuas Timur.
Visual yang beredar menunjukkan awan gelap tebal dengan satu titik menjulur ke bawah seperti corong. Fenomena itu tampak jelas di atas area persawahan, memicu kekhawatiran warga akan potensi cuaca ekstrem.
Laporan warga yang diterima menyebutkan kejadian berlangsung cepat dan bergerak mengikuti arah angin. Hingga saat ini, belum ada laporan resmi terkait dampak kerusakan di lokasi yang dilalui fenomena tersebut.
Menanggapi kejadian ini, prakirawan dari BMKG wilayah Palangkaraya, Chandra, menjelaskan bahwa fenomena tersebut merupakan indikasi angin puting beliung yang berasal dari awan Cumulonimbus.
Menurut Chandra, bentuk seperti belalai yang terlihat pada awan merupakan ciri khas awal terbentuknya pusaran angin. “Angin puting beliung muncul dari awan Cumulonimbus (CB) dan biasanya terlihat seperti belalai,” ujarnya.
BMKG sebelumnya juga telah mengeluarkan peringatan dini cuaca sejak pukul 15.00 WIB, yang menyebutkan adanya potensi hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah, termasuk Kapuas.
Peringatan tersebut bahkan diperbarui pada pukul 16.10 WIB, dengan wilayah terdampak yang meluas hingga Kapuas Timur dan sekitarnya. Kondisi cuaca ekstrem ini diperkirakan berlangsung hingga menjelang malam hari. (SABRIANOOR/j)









