BORNEONEWS, KUALA KURUN-Bupati Gunung Mas, Arton S Dohong terus berupaya membuka keterisolasian daerahnya. Salah satunya dengan terus membangun insfrastruktur jalan dan jembatan untuk meningkatkan perekonomian dan daya saing masyarakatnya.
"Peningkatan daya saing ekonomi saja tidaklah cukup, tapi harus dibarengi peningkatan daya saing sumber daya manusia sebagai pelaku pembangunan di daerah," ujar Arton saat menyampaikan sambutan pada malam pisah sambut 2016-2017 di Taman Kota Kuala Kurun, Sabtu (31/12/2016).
Dia mengatakan dalam konteks peningkatan daya saing ekonomi, termasuk serapan angkatan kerja. Sementara untuk tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) meningkat dari 72,24% pada 2014 menjadi 77,44% pada 2015. "Rasio beban ketergantungan di 2015 sebesar 54,10. Artinya 100 penduduk produktif menanggung 42 penduduk non produktif," terangnya.
Lalu dalam pencapaian indeks pembangunan manusia (IPM) Gunung Mas pada 2015 mengalami kenaikan menjadi 69,24 dibandingkan 2014 yaitu 68,13. Jika dibandingkan kabupaten/kota lainnya, Gunung Mas menempati peringkat keempat di Kalimantan Tengah.
Nilai ini berada di atas IPM Kalteng 68,53, namun di bawah IPM nasional 69,55. "Angka itu menggambarkan angka harapan hidup, harapan lama sekolah, rata-rata lama sekolah dan pengeluaran riil per kapita sebagai perhitungan IPM mengalami kenaikan," tandasnya. (EPRA SENTOSA/B-6)
"Peningkatan daya saing ekonomi saja tidaklah cukup, tapi harus dibarengi peningkatan daya saing sumber daya manusia sebagai pelaku pembangunan di daerah," ujar Arton saat menyampaikan sambutan pada malam pisah sambut 2016-2017 di Taman Kota Kuala Kurun, Sabtu (31/12/2016).
Dia mengatakan dalam konteks peningkatan daya saing ekonomi, termasuk serapan angkatan kerja. Sementara untuk tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) meningkat dari 72,24% pada 2014 menjadi 77,44% pada 2015. "Rasio beban ketergantungan di 2015 sebesar 54,10. Artinya 100 penduduk produktif menanggung 42 penduduk non produktif," terangnya.
Lalu dalam pencapaian indeks pembangunan manusia (IPM) Gunung Mas pada 2015 mengalami kenaikan menjadi 69,24 dibandingkan 2014 yaitu 68,13. Jika dibandingkan kabupaten/kota lainnya, Gunung Mas menempati peringkat keempat di Kalimantan Tengah.
Nilai ini berada di atas IPM Kalteng 68,53, namun di bawah IPM nasional 69,55. "Angka itu menggambarkan angka harapan hidup, harapan lama sekolah, rata-rata lama sekolah dan pengeluaran riil per kapita sebagai perhitungan IPM mengalami kenaikan," tandasnya. (EPRA SENTOSA/B-6)








