BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Keberadaan Makam Tamanggong Nikodemus Ambo Djaja Negara di Kelurahan Hampatung, Kecamatan Kapuas Hilir, menjadi salah satu bukti nyata warisan budaya yang masih terjaga di Kabupaten Kapuas. Situs ini tidak hanya menyimpan nilai sejarah, tetapi juga mencerminkan identitas masyarakat lokal yang terus hidup hingga kini.
Terletak di tengah permukiman warga, akses menuju makam tergolong mudah dijangkau. Kondisi ini menunjukkan bagaimana situs bersejarah tersebut menyatu dengan kehidupan masyarakat sehari-hari, tanpa terpisah oleh batas ruang atau waktu.
Sebagai tokoh masyarakat Dayak Ngaju di wilayah Pulau Petak, Tamanggong Nikodemus Ambo Djaja Negara dikenal memiliki peran penting dalam menjaga ketertiban dan keselamatan masyarakat pada masanya. Sosoknya juga dikenang sebagai pemimpin yang menjunjung tinggi nilai toleransi dalam kehidupan sosial.
Nilai-nilai kepemimpinan yang diwariskan tidak hanya berkaitan dengan keamanan, tetapi juga menyentuh aspek kemajuan masyarakat. Ia dikenal mendorong pentingnya pendidikan serta pola pikir terbuka, yang pada masa itu menjadi langkah awal menuju perubahan sosial.
Warisan nilai tersebut hingga kini masih relevan, terutama dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis dan inklusif. Keberadaan makamnya menjadi simbol pengingat akan pentingnya menjaga keseimbangan antara tradisi dan perkembangan zaman.
Sebagai bagian dari cagar budaya di Kabupaten Kapuas, situs ini berada dalam perhatian pemerintah daerah melalui Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga. Upaya pelestarian dilakukan guna memastikan nilai sejarah yang terkandung tidak hilang oleh perkembangan modernisasi.
Selain sebagai tempat bersejarah, makam ini juga memiliki potensi sebagai sarana edukasi budaya bagi generasi muda. Pengenalan terhadap tokoh dan nilai-nilai yang diwariskan diharapkan mampu memperkuat kesadaran akan pentingnya identitas daerah.
Camat Kapuas Hilir, Nazmiannoor, telah mengunjungi lokasi tersebut dan menyampaikan, “Ziarah ini bukan sekadar kunjungan, tetapi juga menjadi ruang refleksi untuk mengenang nilai kepemimpinan, kebersamaan, dan tanggung jawab yang diwariskan para pendahulu.”
“Kami berharap generasi masa kini semakin mengenal dan menghargai sejarah sebagai bagian dari identitas daerah, sejalan dengan semangat Kapuas Bersinar.” lanjutnya. (SABRIANOOR/y)









