SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Meski hujan 3 jam yang terjadi Minggu, 3 Mei 2026, sudah berhenti, namun genangan air masih terlihat di sejumlah jalan di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Senin, 4 Mei 2026.

Salah satu titik yang mengalami genangan cukup parah berada di Jalan Walter Conrad. Air tampak masih menggenangi beberapa bagian jalan, sehingga pengendara harus ekstra hati-hati saat melintas untuk menghindari risiko kecelakaan dan semburan air mengenai pengendara lain.

Seorang warga, Sutikno, menyebut kondisi tersebut bukan hal baru. Ia menilai genangan air kerap terjadi setiap kali hujan turun. Air lambat turun bahkan bertahan lama setelah hujan reda karena sistem drainase yang tidak optimal.

"Sudah biasa seperti ini kalau habis hujan. Airnya lama surut karena drainase kurang bagus. Harapannya ada perbaikan, supaya genangan tidak bertahan lama," ujarnya.

Selain di Jalan Walter Conrad, genangan juga terpantau di Jalan Kenan Sandan, tepatnya di belakang Stadion 29 Nopember Sampit. Di lokasi ini terdapat satu titik genangan yang cukup dalam.

Kondisi serupa juga terjadi di Jalan Christophel Mihing dan Jalan RA Kartini. Meski tidak separah di Jalan Walter Conrad.

Warga berharap pemerintah daerah segera melakukan pembenahan sistem drainase di sejumlah titik rawan, agar genangan air tidak terus berulang setiap kali hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi. (DEWI PATMALASARI/R)