PULANG PISAU –

BORNONEWS, Pulang Pisau – Peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia menjadi momentum untuk mendorong keterbukaan informasi publik di daerah. Hal ini disampaikan salah satu wartawan di Kabupaten Pulang Pisau, Heri Widodo yang menilai transparansi informasi kepada masyarakat masih belum optimal.

Dodo mengungkapkan saat ini masih terdapat informasi yang seharusnya dapat diakses publik namun belum dipublikasikan secara maksimal oleh instansi terkait.

“Secara persentase, keterbukaan informasi memang belum sepenuhnya terpenuhi. Artinya, masih ada hal-hal yang seharusnya dipublikasikan secara luas ke masyarakat, namun belum dilakukan,” ujar Dodo, Senin, 4 Mei 2026.

Ia menegaskan bahwa keterbukaan informasi publik merupakan hak seluruh masyarakat, sebagaimana diatur dalam undang-undang. Oleh karena itu, pemerintah daerah dan instansi terkait diharapkan dapat lebih transparan dalam menyampaikan berbagai program maupun kegiatan.

“Keterbukaan informasi publik itu harus bisa diakses oleh semua lapisan masyarakat, bukan hanya untuk kalangan tertentu. Apalagi ini sudah diatur dalam undang-undang, sehingga transparansi menjadi hal yang wajib,” tegasnya.

Menurutnya, informasi terkait pembangunan daerah, edukasi masyarakat, hingga kinerja instansi harus disampaikan secara terbuka agar masyarakat dapat mengetahui dan ikut mengawasi.

Di sisi lain, Dodo juga menyoroti tantangan di era digital, khususnya maraknya penyebaran informasi hoaks di media sosial. Ia menilai peran jurnalis menjadi semakin penting dalam menyajikan informasi yang akurat dan dapat dipercaya.

“Sekarang banyak berita bohong yang beredar, bahkan dikemas dengan teknologi. Ini menjadi tantangan bagi masyarakat dan juga wartawan untuk lebih jeli dalam memilah informasi,” katanya.

Ia menambahkan, wartawan memiliki peran strategis sebagai corong masyarakat sekaligus kontrol sosial terhadap kebijakan dan kinerja pemerintah. Karena itu, insan pers dituntut untuk bekerja profesional dan berpegang pada fakta.

“Wartawan harus mampu menyajikan informasi yang sesuai dengan fakta di lapangan, sekaligus menjadi kontrol sosial. Apa yang terjadi di masyarakat harus dipublikasikan secara objektif,” tambahnya.

Heri berharap melalui peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia, kesadaran akan pentingnya keterbukaan informasi semakin meningkat, baik di kalangan pemerintah maupun masyarakat.

“Kami berharap pemerintah daerah dan seluruh stakeholder dapat lebih terbuka dalam menyampaikan informasi kepada publik, sehingga masyarakat mendapatkan informasi yang benar, akurat, dan transparan,” tandasnya. (R)