PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP sebagai Badan Layanan Umum di bawah Kementerian Keuangan berkolaborasi dengan AKPY STIPER menggelar Workshop and Conference UMKM Sawit Jogja 2026 dalam mendukung ketahanan pangan dan energi. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong penguatan peran kelapa sawit sebagai komoditas strategis nasional.

Workshop dan konferensi yang digelar tersebut dikemas secara komprehensif dan mampu menarik partisipasi peserta dari berbagai kalangan.

Fokus utama kegiatan ini adalah memperkuat kontribusi sektor sawit, tidak hanya sebagai sumber energi, tetapi juga sebagai penopang kemandirian pangan melalui pengembangan produk turunan bernilai tambah.

Direktur AKPY STIPER, Sri Gunawan menegaskan bahwa kelapa sawit merupakan komoditas unggulan dengan manfaat luas. Menurutnya, sawit tidak hanya berperan sebagai sumber energi, tetapi juga memiliki potensi besar dalam sektor pangan dan industri hilir lainnya.

“Seluruh mahasiswa, khususnya penerima beasiswa BPDP, harus memahami potensi besar agribisnis sawit. Tidak hanya dari sisi produksi, tetapi juga peluang kewirausahaan yang dapat dikembangkan untuk mendukung kemandirian pangan dan energi,” ujar Dr Sri Gunawan pada Senin, 4 Mei 2026.

Ia menambahkan, pemahaman menyeluruh mengenai agribisnis sawit dari hulu hingga hilir menjadi hal wajib, terutama bagi generasi muda yang akan terlibat langsung dalam pengembangan industri tersebut ke depan.

Adapun tujuan utama kegiatan ini adalah mewujudkan kemandirian pangan dan energi berbasis UMKM sawit. Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan kapasitas dan keterampilan pelaku UMKM, mendorong hilirisasi dan inovasi produk, serta memperkuat kelembagaan dan jejaring bisnis baik secara konvensional maupun digital.

Rangkaian kegiatan meliputi pembahasan kebijakan dan strategi hilirisasi sawit berbasis UMKM, workshop teknis berupa pelatihan pengolahan produk pangan, energi, oleokimia dan oleofood, hingga pemasaran digital. Selain itu, juga digelar expo dan networking yang menampilkan berbagai produk UMKM sawit sekaligus membuka peluang kerja sama antara pelaku usaha, perusahaan, dan pemerintah.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Divisi Kerjasama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah menegaskan bahwa kegiatan ini tidak sekadar forum peningkatan kapasitas pelaku usaha, tetapi juga menjadi bagian dari strategi komunikasi publik yang lebih luas.

“Kegiatan workshop dan konferensi UMKM Sawit Jogja 2026 merupakan implementasi dari program promosi BPDP yang memiliki mandat untuk membangun narasi positif industri kelapa sawit di tengah berbagai tantangan persepsi publik,” ujarnya saat menyampaikan sambutan secara daring melalui zoom meeting.

Menurut Helmi Muhansyah, BPDP juga menjalankan fungsi kampanye positif atau positive campaign guna menyeimbangkan berbagai kampanye negatif terhadap komoditas sawit. Pendekatan yang dilakukan tidak lagi bersifat top-down, melainkan melibatkan langsung pelaku usaha kecil, menengah, dan koperasi sebagai aktor utama.

Ia menjelaskan, melalui workshop ini peserta tidak hanya dibekali pengetahuan teknis dan peluang usaha, tetapi juga didorong memahami posisi strategis mereka dalam ekosistem industri sawit nasional.

“Ketika UMKM merasakan langsung manfaat ekonomi dari sawit—baik melalui produk pangan, energi, maupun turunan lainnya—maka secara alami mereka akan menjadi bagian dari narasi besar industri ini,” ungkap Helmi Muhansyah.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa efektivitas promosi sangat bergantung pada pengalaman nyata pelaku usaha. Oleh karena itu, kegiatan ini dirancang untuk mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari akademisi, pemerintah hingga pelaku usaha, agar tercipta pemahaman menyeluruh dari hulu hingga hilir.

Dengan pendekatan tersebut, Workshop UMKM Sawit Jogja 2026 tidak hanya menjadi ruang pembelajaran dan penguatan jejaring bisnis, tetapi juga bagian dari gerakan kolektif dalam membangun citra positif industri sawit Indonesia berbasis pengalaman langsung para pelaku usaha.(TESTI PRISCILLA)