BORNEONEWS, Palangka Raya - PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk atau SSMS Tbk mencatatkan peningkatan kinerja operasional pada segmen perkebunan sepanjang tahun 2025. Hal ini tercermin dari pertumbuhan produksi tandan buah segar atau TBS hingga produk turunannya.
Direktur Operasional SSMS, Akhmad Faisyal, menyampaikan bahwa produksi TBS dari perkebunan inti mencapai 1.628.452 metrik ton, meningkat 4,22 persen dibandingkan tahun 2024.
“Peningkatan ini menunjukkan konsistensi kami dalam menjaga produktivitas kebun,” kata Akhmad Faisyal baru-baru ini.
Dari total TBS yang dikelola, perseroan mengolah sebanyak 2.382.942 metrik ton melalui 10 pabrik kelapa sawit atau PKS yang tersebar di area operasional.
Hasilnya, SSMS mampu memproduksi 527.052 metrik ton minyak kelapa sawit atau crude palm oil atau CPO, serta 104.130 metrik ton inti sawit dan 15.379 metrik ton minyak inti sawit.
Produksi CPO tersebut meningkat 14,23 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 461.414 metrik ton. Tak hanya dari sisi volume, kinerja efisiensi juga mengalami perbaikan, tercermin dari Oil Extraction Rate atau OER yang mencapai 22,12 persen.
Akhmad Faisyal menjelaskan, peningkatan ini tidak lepas dari upaya perseroan dalam memperbaiki kualitas TBS yang diolah serta memperketat pengendalian losses di pabrik. “Kami terus melakukan optimalisasi di lini produksi, baik dari sisi kebun maupun pengolahan,” katanya lagi.
Menurutnya, strategi peningkatan kualitas bahan baku dan efisiensi proses menjadi fokus utama untuk menjaga daya saing. Ke depan, SSMS akan terus memperkuat operasional perkebunan dan pabrik guna memastikan pertumbuhan produksi yang berkelanjutan.(TESTI PRISCILLA)









