BORNEONEWS, Palangka Raya - Hari Kebebasan Pers diperingati setiap 3 Mei sebagai Hari Kebebasan Pers Sedunia. Peringatan ini ditetapkan oleh UNESCO bersama Perserikatan Bangsa-Bangsa sejak 1993. Tujuannya untuk menegaskan pentingnya kebebasan pers, menghormati jurnalis yang gugur, serta mengingatkan pemerintah agar menjamin kemerdekaan media.
Di Indonesia sendiri, momentum ini kerap dimanfaatkan insan pers untuk refleksi terhadap peran media sebagai pilar demokrasi,menyampaikan informasi yang akurat, independen, dan berpihak pada kepentingan publik.
Momentum Hari Kebebasan Pers Sedunia 2026 dimanfaatkan untuk kembali menegaskan pentingnya peran pers dalam kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Salah satunya disampaikan oleh Rawing Rambang yang menilai pers memiliki posisi strategis sebagai penghubung berbagai kepentingan.
"Pers bukan sekadar penyampai informasi, melainkan corong yang menjembatani dunia usaha dengan masyarakat luas. Peran ini krusial dalam menciptakan keterbukaan informasi serta membangun pemahaman publik terhadap berbagai aktivitas ekonomi dan pembangunan," kata Rawing pada Senin, 4 Mei 2026.
Ia menekankan bahwa hubungan antara pelaku usaha dan masyarakat membutuhkan media yang mampu menyampaikan informasi secara objektif dan berimbang. Dalam konteks tersebut, pers hadir sebagai ruang komunikasi yang mampu mengurangi kesenjangan informasi di tengah masyarakat.
"Keberadaan pers juga menjadi faktor penting dalam mendorong iklim usaha yang sehat. Informasi yang disampaikan secara transparan mampu meningkatkan kepercayaan publik terhadap dunia usaha, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah," tegas Mantan Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Kalteng ini.
Selain itu, Sekretaris Eksekutif Gapki Cabang Kalteng ini juga mengingatkan bahwa kebebasan pers harus diiringi dengan tanggung jawab. Profesionalisme, akurasi, dan integritas menjadi kunci agar pers tetap dipercaya sebagai sumber informasi yang kredibel di tengah derasnya arus informasi digital.
"Dalam momentum peringatan ini, saya berharap insan pers terus menjaga independensi serta memperkuat perannya sebagai pilar demokrasi," tutur Dosen Universitas Kristen Palangka Raya ini lagi.
Dengan demikian pers tidak hanya menjadi penyampai berita, tetapi juga menjadi penggerak perubahan positif bagi masyarakat dan dunia usaha.
Peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia sendiri menjadi refleksi bersama tentang pentingnya menjaga kebebasan berekspresi sekaligus memperkuat kualitas jurnalisme di berbagai daerah, termasuk di Palangka Raya.(TESTI PRISCILLA)









