PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kenaikan harga gas elpiji di tingkat pedagang kembali menjadi sorotan. Hingga Senin, 4 April 2026, sejumlah pedagang di Kota Palangka Raya mengaku harga sudah naik sejak sekitar dua pekan terakhir dan belum menunjukkan tanda-tanda penurunan.

Di lapangan, harga LPG subsidi 3 kilogram kini mencapai Rp38.000 per tabung. Sementara untuk LPG nonsubsidi, yakni Bright Gas 5,5 kilogram dijual Rp120.000 dan tabung 12 kilogram menembus Rp245.000.

"Naik semua. Sebelumnya yang kecil itu Rp35.000, yang 5,5 Kg itu kami jual hanya Rp100.000 dan yang besar Rp230.000," kata Minto, salah seorang pedagang di kawasan Jalan Tingang, Palangka Raya.

Sejumlah pedagang menyebut kenaikan ini berdampak langsung pada daya beli masyarakat. Tidak sedikit pelanggan yang mulai mengurangi pembelian atau beralih penggunaan demi menekan pengeluaran harian.

“Kenaikan ini sudah terasa sejak dua minggu lalu. Awalnya naik sedikit, tapi sekarang sudah menetap di harga ini,” ujarnya lagi.

Meski harga jual meningkat, para pedagang mengaku tidak serta-merta memperoleh keuntungan lebih. Justru, kondisi saat ini dinilai membuat pendapatan cenderung stagnan bahkan menurun.

“Memang harganya naik, tapi keuntungan kami sebenarnya sama saja karena harga modal yang naik kan, malah terasa menurun karena pembeli juga berkurang. Sekarang jarang yang beli,” ungkapnya.

Pedagang menduga masyarakat mulai berhemat di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok, sehingga berdampak pada melambatnya penjualan LPG. Kondisi ini membuat perputaran barang tidak secepat biasanya.

Di sisi lain, masyarakat berharap adanya stabilisasi harga, terutama untuk LPG 3 kilogram yang menjadi kebutuhan utama rumah tangga. Pedagang pun berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah untuk memastikan pasokan dan harga tetap terkendali di pasaran. (TESTI PRISCILLA/j)