PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, menerima kunjungan audiensi dari jajaran akademisi Universitas Palangka Raya (UPR) dan pengurus Organisasi Masyarakat (Ormas) Barisan Pertahanan Masyarakat Adat Dayak (Batamad).

Pertemuan strategis ini masuk dalam pembahasan penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah, institusi pendidikan dan lembaga adat.

Ketiga elemen ini dinilai memiliki peran sentral dalam memastikan setiap kebijakan pembangunan tidak hanya tepat sasaran secara teknis, tetapi juga selaras dengan nilai-nilai sosial budaya yang ada di masyarakat.

Fairid menyampaikan bahwa masukan dari kalangan akademisi serta pengawasan dari organisasi masyarakat sangat dibutuhkan agar proses pembangunan dapat berjalan lebih inklusif dan menyentuh seluruh lapisan warga.

"Pertemuan ini menjadi tempat untuk kita menggali peluang kerja sama dalam pengelolaan potensi daerah secara berkelanjutan," kata Fairid, Senin, 4 Mei 2026.

Dengan keterlibatan riset dari UPR dan dukungan pengawalan budaya dari Batamad, pemerintah berharap sumber daya alam serta kearifan lokal di Palangka Raya dapat dikelola secara optimal tanpa merusak ekosistem lingkungan bagi generasi mendatang.

Wali Kota menegaskan bahwa sinergi semua pihak adalah kunci utama dalam mewujudkan visi pembangunan yang merata.

Ia meyakini bahwa tantangan perkotaan yang semakin kompleks tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah sendiri, melainkan memerlukan dukungan pemikiran serta partisipasi aktif dari seluruh pemangku kepentingan.

Melalui koordinasi yang terlembaga dengan baik, Pemerintah Kota Palangka Raya berkomitmen untuk terus mendorong inovasi dan program kerja yang berorientasi sepenuhnya pada kemajuan daerah serta peningkatan kesejahteraan masyarakat secara luas. (HENDRI/j)