BORNEONEWS, Palangka Raya - Dinamika harga sejumlah komoditas di Kalimantan Tengah pada April 2026 dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari tensi geopolitik global hingga penyesuaian tarif bahan bakar minyak atau BBM non-subsidi.
Statistisi Ahli Madya Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Tengah, Taufiqurrahman, menjelaskan bahwa meningkatnya tensi geopolitik global turut mendorong kenaikan harga beberapa komoditas, seperti plastik, minyak goreng, hingga bahan bakar.
“Tekanan global ini berdampak langsung pada rantai pasok dan biaya produksi, sehingga harga di tingkat konsumen ikut mengalami penyesuaian,” kata Taufiqurrahman menyampaikan berita resmi statistik Kalteng pada Senin, 4 Mei 2026.
Selain itu, penyesuaian tarif BBM non-subsidi yang dilakukan oleh Pertamina pada 18 April 2026 juga menjadi salah satu faktor pendorong kenaikan harga. Kenaikan tersebut mencakup beberapa jenis BBM seperti Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex.
Di sisi lain, harga beras di wilayah Kalimantan Tengah tercatat mengalami kenaikan. Kondisi ini dipicu belum masuknya masa panen, khususnya untuk beras kualitas lokal, sehingga stok di pasaran masih terbatas. Tak hanya itu, kenaikan harga beras dari Pulau Jawa juga turut memengaruhi harga di daerah.
"Namun demikian, beberapa komoditas justru menunjukkan tren penurunan harga. Daging ayam ras, misalnya, mulai kembali ke harga normal setelah sebelumnya mengalami lonjakan saat momentum Ramadan dan Idulfitri," jelasnya.
Hal serupa juga terjadi pada cabai rawit yang kini berangsur turun dan kembali ke harga normal menjelang dan setelah periode Lebaran.
Taufiqurrahman menambahkan, fluktuasi harga ini merupakan fenomena yang umum terjadi, terutama pada periode pasca hari besar keagamaan. Ia menegaskan, pihaknya akan terus memantau perkembangan harga untuk memastikan stabilitas inflasi di daerah tetap terjaga. (TESTI PRISCILLA/j)









