PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, menegaskan bahwa muara dari setiap kebijakan pembangunan haruslah berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan saat menerima audiensi dari Universitas Palangka Raya (UPR) dan Organisasi Masyarakat Batamad di kantornya, sebagai bagian dari upaya penguatan kerja sama lintas sektor.

Fairid menjelaskan, kesejahteraan warga tidak hanya diukur dari pembangunan infrastruktur fisik semata, tetapi juga dari kemudahan akses terhadap layanan publik dan pemberdayaan ekonomi.

"Melalui kemitraan dengan UPR dan Batamad, pemerintah ingin memastikan bahwa program yang dijalankan benar-benar sesuai dengan kebutuhan nyata di lapangan," katanya, Senin, 4 Mei 2026.

Pemerintah Kota Palangka Raya memandang UPR sebagai mitra strategis dalam mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM).

Kolaborasi di bidang pendidikan dan pengabdian masyarakat diharapkan dapat melahirkan inovasi yang mampu mendongkrak ekonomi kreatif dan sektor UMKM, sehingga taraf hidup masyarakat lokal dapat meningkat secara signifikan.

Di sisi lain, peran Batamad dalam kolaborasi ini adalah memastikan bahwa aspek pemerataan dan keadilan sosial tetap terjaga.

Sebagai organisasi yang dekat dengan masyarakat adat, Batamad diharapkan mampu menjadi jembatan komunikasi agar program pemerintah dapat tersampaikan dengan baik dan mendapatkan dukungan penuh dari warga di akar rumput.

Baginya, sinergi ini merupakan modal sosial yang sangat berharga untuk menciptakan lingkungan kota yang kondusif bagi pertumbuhan ekonomi yang inklusif, di mana tidak ada satu pun kelompok masyarakat yang tertinggal dalam proses kemajuan. (HENDRI/j)