BORNEONEWS, Palangka Raya - Laju inflasi di Provinsi Kalimantan Tengah pada April 2026 tercatat mengalami kenaikan secara bulanan. Data Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Tengah menunjukkan inflasi bulan ke bulan (month-to-month) mencapai 0,41 persen.
Statistisi Ahli Madya BPS Kalteng, Taufiqurrahman, mengungkapkan bahwa angka tersebut mencerminkan adanya tekanan harga di sejumlah kelompok pengeluaran masyarakat.
“Secara kumulatif, inflasi tahun kalender hingga April 2026 tercatat sebesar 1,81 persen dibandingkan Desember 2025,” ujarnya dalam penyampaian berita resmi statistik pada Senin, 4 Mei 2026.
Ia menjelaskan, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar terhadap inflasi bulanan dengan andil sebesar 0,15 persen. Kenaikan pada kelompok ini didorong oleh fluktuasi harga sejumlah bahan pangan yang masih terjadi pasca momen hari besar keagamaan.
"Selain itu, kelompok transportasi juga memberikan kontribusi cukup signifikan dengan inflasi sebesar 1,04 persen dan andil 0,10 persen," tuturnya.
Kondisi ini sejalan dengan adanya penyesuaian tarif serta peningkatan mobilitas masyarakat.
Kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran turut mencatat inflasi sebesar 0,82 persen dengan andil 0,09 persen. Sementara itu, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga mengalami inflasi 0,20 persen.
"Di sisi lain, terdapat kelompok yang mengalami penurunan atau deflasi tipis, yakni informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar minus 0,01 persen. Namun, dampaknya terhadap inflasi secara umum relatif kecil," terangnya.
Taufiqurrahman menambahkan, secara keseluruhan inflasi di Kalimantan Tengah masih dalam kondisi terkendali. Pihaknya akan terus memantau perkembangan harga, terutama pada komoditas pangan dan sektor transportasi yang menjadi pendorong utama inflasi daerah. (TESTI PRISCILLA/j)









