BORNEONEWS, Palangka Raya - Perkembangan perdagangan luar negeri pada Maret 2026 menunjukkan sinyal positif bagi komoditas unggulan Indonesia, khususnya batu bara dan minyak sawit mentah atau CPO. Kenaikan harga di pasar internasional menjadi faktor pendorong optimisme terhadap kinerja ekspor daerah, termasuk Kalimantan Tengah.
Data yang dirilis Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Tengah mencatat harga batu bara dunia pada Maret 2026 mengalami kenaikan signifikan. Secara bulanan atau month-to-month meningkat sebesar 17,09 persen, sementara secara tahunan atau year-on-year melonjak hingga 33,31 persen.
Statistisi Ahli Madya BPS Kalteng, Taufiqurrahman, menjelaskan bahwa penguatan harga batu bara ini dipengaruhi oleh permintaan global yang masih cukup tinggi di tengah dinamika ekonomi dunia.
Selain batu bara, harga minyak sawit di pasar internasional juga menunjukkan tren peningkatan. Pada Maret 2026, harga CPO tercatat naik 6,11 persen secara bulanan dan 3,31 persen secara tahunan.
“Kondisi ini memberikan peluang bagi daerah penghasil komoditas seperti Kalimantan Tengah untuk meningkatkan nilai ekspor," kata Taufiqurrahman dalam penyampaian berita resmi statistik pada Senin, 4 Mei 2026.
Di sisi lain, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat turut mengalami fluktuasi sepanjang periode Februari 2025 hingga Maret 2026.
"Berdasarkan data Bank Indonesia, kurs rupiah sempat melemah hingga mendekati level Rp16.800 per dolar AS pada awal 2026," terangnya.
Meski demikian, kondisi perekonomian negara mitra dagang utama masih menunjukkan kinerja yang cukup baik. Hal ini tercermin dari indeks PMI manufaktur di sejumlah negara seperti Jepang, India, dan Tiongkok yang berada pada zona ekspansif.
Taufiqurrahman menambahkan, situasi ini menjadi indikator positif bagi permintaan ekspor Indonesia ke depan.
“Ketika negara mitra dagang berada pada fase ekspansi, maka kebutuhan terhadap bahan baku dan energi, termasuk dari Indonesia, cenderung meningkat,” jelasnya.
Dengan kombinasi harga komoditas yang menguat dan permintaan global yang stabil, Kalimantan Tengah dinilai memiliki peluang untuk menjaga bahkan meningkatkan kontribusi ekspor terhadap perekonomian daerah.(TESTI PRISCILLA/j)









