PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, menyampaikan ada lima pilar strategis sebagai panduan transformasi pembangunan pendidikan di Palangka Raya.

Pilar pertama adalah revitalisasi dan digitalisasi. Pada bagian ini sekolah-sekolah didorong untuk meningkatkan sarana prasarana serta memanfaatkan teknologi terkini.

Pilar kedua berfokus pada pemuliaan guru melalui program beasiswa S1 dan peningkatan kesejahteraan agar para pendidik dapat fokus memberikan pengajaran terbaik dengan hati yang tenang.

Sementara itu, aspek karakter menjadi poin krusial dalam pilar ketiga melalui penerapan budaya ASRI (Aman, Sehat, Resik dan Indah).

Fairid menginstruksikan agar sekolah menjadi rumah kedua yang bersih dari praktik perundungan (bullying) dan kekerasan.

Program ini turut didukung dengan kebijakan Makan Bergizi Gratis serta penanaman 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat sebagai fondasi lahirnya generasi yang kuat secara fisik dan mulia secara akhlak.

Pada pilar keempat, pemerintah kota melakukan akselerasi literasi, numerasi, dan STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics).

Melalui penguatan Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan kurikulum berbasis sains-teknologi, para pelajar Palangka Raya dipersiapkan untuk berani berkompetisi di kancah internasional.

Fokus ini bertujuan untuk mengasah logika berpikir kritis siswa sejak dini agar relevan dengan tuntutan industri masa depan.

Melengkapi strategi tersebut, pilar kelima menekankan pada pendidikan inklusif dan berkeadilan.

Fairid menegaskan komitmennya bahwa tidak boleh ada anak di Kota Palangka Raya yang putus sekolah akibat kendala biaya maupun jarak geografis.

"Pemerintah berupaya memberikan akses yang merata sehingga setiap warga kecil memiliki kesempatan yang sama untuk meraih cita-citanya tanpa hambatan ekonomi," katanya, Senin, 4 Mei 2026.

Transformasi pendidikan melalui skema Deep Learning ini juga diharapkan tidak hanya sekadar formalitas kurikulum, tetapi menjadi gerakan nyata dalam mencetak lulusan yang inovatif.

Dengan sinergi yang solid antara kebijakan kementerian dan lima pilar strategis daerah, Kota Palangka Raya optimistis dapat menjadi lokomotif penggerak utama dalam mewujudkan generasi emas Indonesia yang unggul dan berkarakter. (HENDRI/y)