BORNEONEWS, Sampit - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kotawaringin Timur mencatat inflasi year-on-year (y-on-y) Kota Sampit pada bulan April 2026 sebesar 3,65 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 110,75.
"Inflasi y-on-y disebabkan oleh kenaikan harga di seluruh kelompok pengeluaran yang tercermin dari naiknya indeks pada berbagai sektor, " kata Kepala BPS Kotawaringin Timur, Eddy Surahman, dalam rilis resmi, Senin, 4 Mei 2026.
Ia mengungkapkan kenaikan harga yang dipantau terjadi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 4,61 persen, pakaian dan alas kaki sebesar 0,57 persen, perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,84 persen, perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,16 persen dan kesehatan sebesar 1,52 persen; transportasi 1,98 persen.
"Selain itu informasi, komunikasi, dan jasa keuangan 0,34 persen, rekreasi, olahraga, dan budaya 0,29 persen kemudian pendidikan sebesar 3,34 persen, penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 4,02 persen dan perawatan pribadi serta jasa lainnya menyentuh angka 13,36 persen,” jelas Eddy.
Menurutnya, tingkat inflasi secara month-to-month (m-to-m) Kota Sampit pada April 2026 mencapai 0,44 persen, sementara tingkat inflasi year-to-date (y-to-d) tercatat sebesar 1,91 persen.
“Angka ini menunjukkan adanya tekanan inflasi yang masih terkendali, namun perlu mewaspadai beberapa kelompok yang mengalami kenaikan cukup signifikan, terutama perawatan pribadi dan jasa lainnya dengan 13,36 persen,” tambah Eddy.
Ia pun mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk tetap memperhatikan perkembangan harga kebutuhan pokok serta mengantisipasi potensi tekanan inflasi di masa mendatang agar stabilitas ekonomi tetap terjaga.
“Kami terus melakukan pemantauan dan analisis agar dapat memberikan rekomendasi yang bermanfaat untuk pengambilan kebijakan dalam menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas harga,” pungkas Eddy Surahman. (DEVIANA/y)









