PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Aktivitas impor Kalimantan Tengah pada periode Januari–Maret 2026 juga mengalami peningkatan. Nilai impor tercatat sebesar US$6,57 juta atau naik 10,98 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Tengah, kenaikan impor terjadi di tengah fluktuasi pada sektor migas yang justru mengalami penurunan signifikan.

Statistisi Ahli Madya BPS Kalteng, Taufiqurrahman, mengungkapkan bahwa impor Kalimantan Tengah didominasi oleh barang modal dan penunjang industri.

“Komoditas impor didominasi oleh aspal, ketel uap, bangunan prefabrikasi lain, mesin pencampur, mesin lainnya, mesin pertanian, dan mesin pemisah,” jelasnya dalam penyampaian berita resmi statistik pada Senin, 4 Mei 2026.

Ia menambahkan, negara pemasok utama impor Kalteng berasal dari Singapura, Malaysia, dan Tiongkok yang selama ini menjadi mitra utama dalam penyediaan barang kebutuhan industri.

"Meski impor mengalami kenaikan, neraca perdagangan Kalimantan Tengah tetap mencatat surplus yang sangat besar, yakni mencapai US$924,92 juta pada periode Januari–Maret 2026," terangnya.

Kondisi ini menunjukkan bahwa kinerja ekspor masih jauh lebih kuat dibandingkan impor, sehingga memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian daerah. (TESTI PRISCILLA/y)