PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Palangka Raya mendorong Pemerintah Kota (Pemko) segera merevitalisasi Pasar Datuh Manuah agar menjadi pusat ekonomi kreatif yang mampu mendongkrak perekonomian daerah pada tahun 2026. 

Langkah ini dinilai penting untuk menghidupkan kembali aset daerah yang selama ini kurang optimal, termasuk ruko dan pasar tradisional yang cenderung sepi.

Wakil Ketua II Komisi I DPRD Kota Palangka Raya, Syaufwan Hadi, menegaskan bahwa penataan dan pemanfaatan aset daerah tidak bisa terus ditunda. 

Menurutnya, revitalisasi pasar menjadi strategi konkret dalam menggerakkan roda ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Optimalisasi aset seperti pasar dan ruko kosong harus segera dilakukan. Ini menjadi kunci untuk menggerakkan sektor ekonomi tanpa harus bergantung pada sumber daya alam,” ujarnya, Senin 5 Mei 2026.

Ia menilai Pasar Datuh Manuah memiliki potensi besar jika ditata ulang dengan konsep yang lebih modern dan berbasis ekonomi kreatif. Dengan menghadirkan pelaku UMKM, ruang kreatif, serta fasilitas pendukung, pasar tersebut diyakini dapat menjadi pusat aktivitas ekonomi baru di Kota Palangka Raya.

Selain itu, DPRD juga mendorong Pemko agar melakukan pendataan menyeluruh terhadap aset-aset yang belum produktif. Dengan perencanaan yang matang, aset tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung pertumbuhan ekonomi lokal dan membuka lapangan kerja.

Syaufwan berharap langkah revitalisasi ini dapat segera direalisasikan melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat.

 “Jika dikelola dengan baik, Pasar Datuh Manuah tidak hanya menjadi pusat perdagangan, tetapi juga ikon ekonomi kreatif yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (MARINI/H)