BORNEONEWS, Sampit – Tumpukan sampah kembali terlihat di kawasan jalan dekat Taman Kota Sampit. Kondisi ini dikeluhkan warga karena dinilai merusak pemandangan dan berpotensi memicu penumpukan sampah yang lebih besar.
Samsul, warga setempat, mengatakan lokasi tersebut sebelumnya merupakan tempat pembuangan sementara (TPS). Namun, sekitar tahun 2023 TPS tersebut telah ditutup permanen.
"Dulu memang ada TPS dan disiapkan bak terbuka di situ, tapi sekitar 2023 ditutup total karena dekat taman kota. Waktu itu camat turun langsung membersihkan, lalu dipasang spanduk larangan buang sampah karena ada hukum adat di kecamatan," ujarnya, Selasa, 5 April 2026.
Setelah penutupan TPS, kawasan tersebut sempat bersih dalam waktu cukup lama. Bahkan, area itu sempat ditumbuhi rumput dan bebas dari sampah.
"Warga dulu diarahkan buang sampah ke depo belakang Bintang Swalayan. Lama sekali bersih, tapi sekarang, mungkin baru beberapa waktu ini, muncul lagi yang buang di situ," tambahnya.
Menurut Samsul, meski saat ini volume sampah belum terlalu banyak, kondisi tersebut dikhawatirkan memicu warga lain untuk ikut membuang sampah di lokasi yang sama.
"Saya kurang tau siapa yang membuang sampah di sana. Tetapi kalau sudah ada sedikit, biasanya orang lain ikut-ikutan. Takutnya nanti makin banyak dan menggunung," katanya.
Ia berharap ada langkah cepat dari pihak terkait untuk membersihkan kembali area tersebut sekaligus melakukan penertiban agar masyarakat tidak lagi membuang sampah sembarangan.
"Mungkin harus dipasang lagi spanduk larangan. Warga juga sadar untuk buang sampah di depo sampah yang sudah disediakan," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/R)









