PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kawasan Laboratorium Alam Hutan Gambut Sebangau yang terletak di Kelurahan Kereng Bangkirai diproyeksikan menjadi pusat keunggulan untuk pendidikan dan penelitian.

Upaya ini dilakukan guna memaksimalkan potensi kekayaan hayati Kalimantan Tengah sebagai sarana pembelajaran berbasis lingkungan yang kompetitif di tingkat nasional maupun internasional.

Pemerintah Kota Palangka Raya melihat bahwa ekosistem gambut bukan sekadar hamparan hutan, melainkan laboratorium hidup yang menyimpan data ilmiah tak terbatas.

Melalui pengelolaan yang terintegrasi, kawasan ini diharapkan dapat menarik minat para akademisi dan peneliti untuk mengeksplorasi keanekaragaman hayati serta keunikan hidrologi gambut yang ada di Kecamatan Sebangau.

Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, menekankan pentingnya menjaga relevansi kawasan ini terhadap kebutuhan ilmu pengetahuan di masa depan.

Dia menyatakan bahwa investasi terbaik bagi daerah adalah menyediakan ruang bagi generasi muda untuk mempelajari alamnya secara langsung demi keseimbangan ekosistem.

"Keberadaan Laboratorium Alam Hutan Gambut Sebangau memiliki nilai strategis sebagai ruang pembelajaran berbasis lingkungan yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan, baik untuk kepentingan pendidikan, penelitian, maupun penguatan kesadaran masyarakat," katanya, Selasa, 5 Mei 2026.

Selain fungsi akademik, optimalisasi kawasan ini juga menyasar pada peningkatan kesadaran masyarakat lokal.

"Dengan menjadikan Sebangau sebagai pusat edukasi, warga sekitar diharapkan dapat terlibat aktif dalam upaya pelestarian, sehingga pemanfaatan hutan tidak hanya bersifat ekstraktif namun justru bersifat konservatif dan edukatif," ujarnya.

Ke depan, Pemerintah Kota berkomitmen untuk memperkuat sinergi lintas sektor guna mendukung sarana dan prasarana riset di lokasi tersebut.

Harapannya, Laboratorium Alam Hutan Gambut Sebangau tidak hanya menjadi kebanggaan warga Palangka Raya, tetapi juga menjadi rujukan dunia dalam memelajari tata kelola lahan gambut yang berkelanjutan. (HENDRI/R)