PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – DPRD Provinsi Kalimantan Tengah menyoroti fenomena masih dominannya distribusi hasil tangkapan laut yang dikirim ke luar daerah.

Kondisi ini dinilai berdampak langsung pada belum optimalnya perolehan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor perikanan. Saat ini, tercatat bahwa salah satu jalur utama pemasaran hasil perikanan masih mengarah ke Kalimantan Selatan.

Pengiriman tersebut banyak dilakukan melalui wilayah perbatasan, salah satunya melintasi Kabupaten Pulang Pisau yang menjadi titik transit penting dalam arus perdagangan antarprovinsi.

Ketua Komisi II DPRD Kalteng, Siti Nafsiah, menjelaskan bahwa fenomena tersebut sebenarnya mencerminkan pilihan rasional yang diambil oleh para nelayan. Mereka cenderung memilih pasar yang menawarkan harga jual lebih kompetitif serta akses yang lebih luas dan mudah dijangkau.

“Ini merupakan mekanisme pasar yang berjalan rasional, dipengaruhi oleh pertimbangan harga, akses, dan efisiensi distribusi,” ujar Siti Nafsiah, Selasa, 5 Mei 2026.

Namun di sisi lain, kondisi tersebut menjadi indikator kuat bahwa sistem perdagangan dan distribusi di dalam daerah sendiri belum berjalan maksimal.

Belum kuatnya daya tampung pasar lokal menjadi salah satu faktor penyebab mengapa komoditas unggulan ini justru lebih banyak mengalir keluar provinsi.

"Oleh karena itu, diperlukan upaya strategis untuk memperbaiki rantai pasok dan daya saing pasar dalam negeri agar nilai ekonomi hasil laut dapat dinikmati secara maksimal oleh daerah dan masyarakat setempat, sekaligus meningkatkan kontribusi sektor ini terhadap PAD," pungkasnya. (PATHUR)