KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Banjarmasin - Fenomena alam menarik terlihat di langit Banjarmasin pada Senin sore, 4 Mei 2026, sekitar pukul 17.14 WITA. Sejumlah warga melaporkan kemunculan awan dengan semburat warna-warni yang tidak biasa, menyerupai pelangi namun menyebar di bagian awan tipis.

Berdasarkan ciri-cirinya fenomena tersebut teridentifikasi sebagai awan iridesensi atau yang kerap disebut pelangi awan. Warna-warna lembut seperti merah muda, hijau, biru, ungu, hingga kuning tampak menghiasi bagian awan, menciptakan pemandangan yang cukup langka dan menarik perhatian masyarakat.

Berbeda dengan pelangi pada umumnya, warna pada awan iridesensi tidak membentuk lengkungan yang tegas. Sebaliknya, warna terlihat menyebar mengikuti bentuk awan yang tipis dan transparan, terutama di bagian tepinya.

Kemunculan warna-warni tersebut disebabkan oleh proses pembiasan dan pemecahan cahaya matahari oleh butiran air atau kristal es berukuran sangat kecil dan seragam di dalam awan. Kondisi ini biasanya terjadi pada awan tinggi seperti cirrus atau altocumulus.

Selain itu, fenomena ini juga dipengaruhi oleh posisi pengamat yang harus berada pada sudut tertentu terhadap matahari. Biasanya, iridesensi terlihat tidak jauh dari arah datangnya sinar matahari di langit.

Karena membutuhkan kondisi atmosfer yang stabil serta struktur awan yang sangat spesifik, awan iridesensi tergolong fenomena yang jarang terlihat secara kasat mata. Tidak setiap hari atau di setiap wilayah fenomena ini dapat muncul dengan jelas.

Salah seorang warga, Hade, mengaku sempat mengabadikan momen tersebut setelah melihat unggahan serupa di media sosial. Ia kemudian keluar rumah untuk memastikan dan mendokumentasikan fenomena tersebut secara langsung.

"Iya, tepantau sore tadi," ujar Hade, Selasa, 5 Mei 2026.

Fenomena ini pun menjadi momen istimewa bagi warga Banjarmasin, sekaligus pengingat akan keindahan dan keunikan dinamika atmosfer yang terjadi di sekitar kehidupan sehari-hari. (SABRIANOOR/j)