BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemerintah Kabupaten Katingan resmi memberlakukan pembatasan pembelian bahan bakar minyak atau BBM jenis Pertalite, Pertamax, dan Dexlite di seluruh SPBU wilayah setempat.
Kebijakan ini tertuang dalam surat Bupati Katingan tertanggal 5 Mei 2026 sebagai langkah mengantisipasi kelangkaan BBM yang berpotensi mengganggu distribusi serta aktivitas masyarakat.
Dalam kebijakan tersebut, SPBU diminta memprioritaskan pelayanan kepada masyarakat umum dan angkutan publik. Selain itu, pembelian BBM juga dibatasi per hari.
Untuk Pertalite, sepeda motor dibatasi maksimal Rp80 ribu atau 8 liter per hari, sedangkan mobil dibatasi Rp300 ribu atau 30 liter.
Untuk BBM jenis Pertamax, sepeda motor dibatasi maksimal Rp130 ribu atau 10 liter per hari, sementara mobil dibatasi Rp300 ribu atau setara 23 liter.
Adapun Dexlite hanya diperuntukkan bagi kendaraan roda empat dengan batas maksimal Rp800 ribu atau 30 liter per hari.
Bupati Katingan, Saiful, menegaskan kebijakan ini diambil demi menjaga ketersediaan BBM agar merata di tengah masyarakat.
“Pembatasan ini dilakukan agar distribusi BBM tetap terkendali dan masyarakat bisa mendapatkan haknya secara adil,” ujarnya dalam surat resmi tersebut, Selasa, 5 Mei 2026.
Selain pembatasan, pemerintah daerah juga menerbitkan surat edaran terkait pengendalian harga BBM di tingkat pengecer, khususnya di wilayah Katingan Hilir.
Dalam aturan itu, harga eceran Pertalite ditetapkan maksimal Rp13.000 per liter dan Pertamax Rp15.000 per liter. Kebijakan ini diberlakukan guna mencegah lonjakan harga di tengah kondisi pasokan yang terbatas.
Pemerintah bersama instansi terkait akan melakukan pengawasan ketat terhadap distribusi dan penjualan BBM, termasuk menindak tegas praktik penimbunan maupun penjualan di atas harga yang telah ditentukan.
Kebijakan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kondisi pasokan di lapangan.
Walaupun bupati telah menerbitkan surat edaran namun fakta lapangan kondisinya masih sulit mendapatkan BBM. Seperti Pertalite, sangat sulit didapatkan. Kalaupun ada di pengecer harganya berkisar Rp20 ribu per liter. (MARINI/J)









