BORNEONEWS, Sampit – Program Cetak Sawah Rakyat atau CSR tahun 2026 di Kabupaten Kotawaringin Timur akan dilaksanakan di empat desa yang tersebar di beberapa kecamatan.
“Untuk 2026 ini, lokasi CSR di Kotawaringin Timur tersebar di empat desa, yakni Desa Sei Ijum, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan; Desa Basawang dan Lampuyang, Kecamatan Teluk Sampit; serta Bapinang Hilir Laut, Kecamatan Pulau Hanaut,” terang Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan atau DPKP Kotawaringin Timur, Yephi Hartady Periyanto, Selasa, 5 Mei 2026.
Ia menekankan pentingnya sinergi dan dukungan semua pihak terkait agar pelaksanaan program ini dapat berjalan lancar dan mencapai hasil maksimal.
Dukungan yang diharapkan meliputi para petani, pemerintah desa dan kecamatan, penyuluh pertanian, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya yang terlibat dalam proses pelaksanaan program.
“Saya minta dukungan semua pihak, mulai dari petani, pemerintah desa dan kecamatan, penyuluh, serta pihak-pihak terkait lainnya agar program ini bisa terlaksana dengan baik dan berhasil sesuai harapan,” ujarnya.
Menurut Yephi, keberhasilan program CSR sangat penting untuk mendukung peningkatan produksi pertanian, kesejahteraan petani, dan ketahanan pangan daerah.
Ia berharap proses pengerjaan dapat dimulai dan selesai pada tahun 2026 agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.
“Mudah-mudahan semua bisa berjalan sesuai rencana. Dimulai tahun ini dan selesai tahun ini juga,” pungkas Kepala DPKP Kotawaringin Timur tersebut.
Program Cetak Sawah Rakyat ini menjadi salah satu strategi pemerintah daerah dalam meningkatkan luas dan kualitas lahan sawah, sehingga dapat memperkuat sektor pertanian sebagai tulang punggung perekonomian di Kabupaten Kotawaringin Timur.
Diketahui, Kotawaringin Timur kembali mendapat bantuan melalui Program CSR tahun 2026 yang digagas oleh Kementerian Pertanian.
Program tersebut difokuskan pada optimalisasi lahan pertanian guna meningkatkan produksi dan kesejahteraan petani setempat.
Kabupaten Kotawaringin Timur mendapatkan alokasi luasan cetak sawah seluas 1.067 hektare untuk tahun ini. Seluruh kegiatan cetak sawah ditargetkan selesai pada tahun 2026. (DEVIANA/j)









