PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP menegaskan komitmennya menghadirkan pendekatan inklusif dalam pengembangan riset sektor perkebunan melalui program Grant Riset 2026.

Direktur Penyaluran Dana Sektor Hilir BPDP, Mohammad Alfansyah dalam rilisnya pada Selasa, 5 Mei 2026 menyampaikan bahwa perluasan mandat lembaga tahun ini membawa semangat inklusivitas yang lebih luas, khususnya dalam pengembangan tiga komoditas utama, yakni kakao, kelapa, dan kelapa sawit.

Menurutnya, BPDP memberikan ruang seluas-luasnya bagi para peneliti untuk mengeksplorasi potensi di ketiga komoditas tersebut tanpa adanya pembatasan kuota riset di masing-masing sektor. Kebijakan ini diambil untuk mendorong lahirnya inovasi yang lebih beragam dan relevan dengan kebutuhan industri.

“Tahun ini, kami akan melihat riset-riset yang berdampak bagi kakao, kelapa, dan sawit. Kami tidak akan membatasi atau menentukan jumlahnya masing-masing secara spesifik. Penting bagi kita agar hasil dari riset kita menjadi maksimal pemanfaatannya menuju komersialisasi,” ujar Alfansyah.

Ia menekankan, orientasi utama program ini bukan sekadar menghasilkan kajian akademis, tetapi bagaimana hasil riset tersebut mampu diimplementasikan secara nyata oleh para pemangku kepentingan di sektor perkebunan.

Lebih lanjut, keberhasilan program Grant Riset BPDP akan diukur dari sejauh mana inovasi yang dihasilkan mampu meningkatkan nilai tambah produk perkebunan Indonesia serta memperkuat daya saing di pasar global. Dengan pendekatan tanpa sekat kuota, BPDP optimistis riset yang dihasilkan akan lebih adaptif dan berdampak luas bagi perekonomian nasional. (TESTI PRISCILLA/j)