BORNEONEWS, Palangka Raya - Kinerja ekonomi Kalimantan Tengah pada triwulan I 2026 menunjukkan tren pertumbuhan positif. Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah mencatat, besaran Produk Domestik Regional Bruto atau PDRB atas dasar harga berlaku mencapai Rp61,0 triliun, sementara atas dasar harga konstan 2010 sebesar Rp30,8 triliun.
Pelaksana Tugas Kepala BPS Kalimantan Tengah, Maria Wahyu Utami, dalam Berita Resmi Statistik yang disampaikan Selasa, 5 Mei 2026 mengungkapkan, ekonomi Kalteng secara tahunan (year-on-year/y-on-y) tumbuh sebesar 3,79 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
“Pertumbuhan ekonomi terjadi pada hampir seluruh lapangan usaha, meskipun masih terdapat beberapa sektor yang mengalami kontraksi,” ujarnya.
Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicatatkan oleh kategori Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib yang tumbuh sebesar 14,39 persen.
"Disusul sektor Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial sebesar 11,75 persen serta Jasa Perusahaan sebesar 9,51 persen," katanya lagi.
Namun demikian, sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi daerah justru mengalami kontraksi tipis sebesar 0,21 persen. Padahal sektor ini masih mendominasi struktur perekonomian dengan kontribusi sebesar 23,00 persen.
Maria menjelaskan, struktur ekonomi Kalteng masih ditopang empat sektor utama, yakni Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 23,00 persen, Industri Pengolahan 16,53 persen, Perdagangan Besar dan Eceran termasuk reparasi mobil dan sepeda motor 12,83 persen, serta Pertambangan dan Penggalian sebesar 10,49 persen.
“Keempat sektor ini memberikan kontribusi hingga 62,85 persen terhadap perekonomian daerah,” jelasnya.
Sementara dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah sebesar 5,16 persen. Adapun sumber utama pertumbuhan ekonomi berasal dari sektor Pertambangan dan Penggalian dengan kontribusi 1,16 persen, diikuti Administrasi Pemerintahan sebesar 0,71 persen dan sektor Konstruksi sebesar 0,59 persen.
Ia menambahkan, capaian ini mencerminkan peran belanja pemerintah serta aktivitas sektor strategis yang masih menjadi motor penggerak ekonomi di Kalimantan Tengah pada awal tahun 2026. (TESTI PRISCILLA/j)









