JAKARTA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah mencatat nilai ekspor Kalteng sepanjang Januari hingga Maret 2026 mencapai 931,49 juta dolar AS.

Statistisi Ahli Madya BPS Kalteng, M Taufiqurrahman mengatakan, capaian tersebut mengalami kenaikan sebesar 61,19 juta dolar AS atau 7,03 persen dibanding periode yang sama pada 2025.

“Pada Januari-Maret 2025, nilai ekspor Kalimantan Tengah tercatat sebesar 870,30 juta dolar AS,” ujarnya di Palangka Raya, Selasa, 5 Mei 2026.

Ia menjelaskan, sejumlah komoditas masih menjadi penopang utama ekspor Kalimantan Tengah. Di antaranya batu bara, minyak kelapa sawit, kayu olahan, lignit, karet remah, kayu lapis, hasil hutan bukan kayu lainnya, bungkil dan residu, serta bijih zirconium, niobium, dan tantalum.

Adapun negara tujuan utama ekspor Kalimantan Tengah pada periode tersebut yakni Jepang, India, dan Tiongkok.

Dari sisi sektor, ekspor hasil industri pengolahan Kalimantan Tengah pada Januari-Maret 2026 tercatat sebesar 216,11 juta dolar AS. Nilai ini memberikan kontribusi 23,20 persen terhadap total ekspor Kalteng.

Komoditas ekspor dari industri pengolahan meliputi minyak kelapa sawit, kayu olahan, karet remah, kayu lapis, bungkil dan residu, serta makanan hewan.

Sementara itu, ekspor hasil tambang masih mendominasi dengan nilai 709,65 juta dolar AS atau berkontribusi 76,18 persen terhadap total nilai ekspor Kalimantan Tengah.

“Jika dibandingkan Januari-Maret 2025, nilai ekspor hasil tambang naik 64,71 juta dolar AS atau 10,03 persen dari sebelumnya 644,94 juta dolar AS,” jelasnya.

Komoditas utama ekspor pertambangan pada periode ini meliputi batu bara, lignit, bijih zirconium, niobium dan tantalum, zirconium silikat, serta batu hias dan batu bangunan.