PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kinerja ekonomi Kalimantan Tengah pada triwulan I 2026 dari sisi pengeluaran menunjukkan pertumbuhan yang cukup solid. Badan Pusat Statistik atau BPS mencatat, ekonomi Kalteng tumbuh sebesar 3,79 persen secara tahunan atau year-on-year/y-on-y dibanding triwulan I 2025.

Pelaksana Tugas atau Plt Kepala BPS Kalimantan Tengah, Maria Wahyu Utami, dalam Berita Resmi Statistik pada Selasa, 5 Mei 2026 menyampaikan bahwa komponen pengeluaran konsumsi pemerintah menjadi pendorong utama pertumbuhan tersebut.

“Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah sebesar 5,16 persen, diikuti Pembentukan Modal Tetap Bruto sebesar 4,51 persen dan konsumsi rumah tangga sebesar 4,01 persen,” ujarnya.

Selain itu, komponen ekspor barang dan jasa juga tumbuh sebesar 1,51 persen, sementara konsumsi lembaga non profit yang melayani rumah tangga atau LNPRT meningkat sebesar 1,04 persen. Di sisi lain, impor barang dan jasa sebagai faktor pengurang dalam PDRB turut mengalami kenaikan sebesar 0,32 persen.

Dari struktur pengeluaran, ekonomi Kalimantan Tengah masih didominasi oleh komponen ekspor barang dan jasa yang mencapai 56,79 persen.

"Disusul konsumsi rumah tangga sebesar 38,48 persen, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 34,71 persen, serta konsumsi pemerintah sebesar 10,38 persen," ujarnya.

Sementara itu, peranan impor barang dan jasa sebagai faktor pengurang dalam perhitungan PDRB tercatat sebesar 42,08 persen. Kondisi ini menunjukkan ketergantungan terhadap aktivitas perdagangan luar daerah masih cukup tinggi.

Maria menjelaskan, dari sisi penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi, komponen PMTB memberikan kontribusi terbesar sebesar 1,55 persen.

“Diikuti konsumsi rumah tangga sebesar 1,52 persen dan ekspor barang dan jasa sebesar 0,78 persen,” katanya.

Ia menambahkan, peningkatan investasi serta daya beli masyarakat yang tetap terjaga menjadi faktor penting dalam menopang pertumbuhan ekonomi Kalimantan Tengah pada awal tahun 2026. (TESTI PRISCILLA/j)