BORNEONEWS, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme atau BNPT RI bersama Uni Eropa memperkuat kerja sama dalam mencegah ancaman terorisme di ruang digital.
Penguatan kerja sama tersebut dibahas dalam pertemuan yang digelar di Jakarta, Senin, 4 Mei 2026.
Kepala BNPT RI, Eddy Hartono mengatakan, pencegahan terorisme menjadi salah satu prioritas utama pemerintah Indonesia. Salah satu fokusnya yakni menjaga ruang digital agar tidak disalahgunakan untuk menyebarkan ideologi kekerasan.
Menurutnya, perkembangan teknologi digital perlu diikuti dengan langkah pencegahan yang terukur, termasuk melalui komunikasi dengan pengelola platform digital.
“Salah satu langkah terbaru pemerintah adalah membuka ruang komunikasi dengan pengelola platform gim Roblox agar mematuhi regulasi pemerintah,” kata Eddy, sebagaimana dikonfirmasi di Jakarta, Selasa, 5 Mei 2026.
Regulasi yang dimaksud yakni Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak atau PP Tunas.
Eddy menjelaskan, Kementerian Komunikasi dan Digital telah memanggil pihak Roblox agar menaati aturan tersebut.
BNPT turut hadir dalam agenda pemanggilan itu karena audiensi dengan Roblox dinilai sebagai bagian dari upaya pencegahan terorisme di ruang digital.
Dalam kesempatan yang sama, Duta Besar RI untuk Uni Eropa, Andy Rachmianto menyampaikan bahwa isu terorisme di ruang siber juga menjadi perhatian serius Uni Eropa.
Menurut Andy, kerja sama antara Indonesia dan Uni Eropa menjadi sangat strategis dalam menghadapi ancaman global yang semakin kompleks, khususnya yang berkembang melalui teknologi digital.
“Salah satu isu yang menjadi perhatian Uni Eropa adalah penanggulangan terorisme, utamanya cyber,” ujarnya.
Ia menambahkan, Indonesia dan Uni Eropa saat ini sedang melakukan finalisasi peningkatan hubungan dari kemitraan reguler menjadi kemitraan komprehensif.
Melalui kerangka tersebut, kerja sama di bidang penanggulangan terorisme akan semakin diperkuat. Termasuk dalam pertukaran informasi, peningkatan kapasitas, serta perlindungan masyarakat dari ancaman di ruang digital.
Pertemuan tersebut juga menegaskan pentingnya sinergi antara kebijakan dalam negeri dan kerja sama internasional untuk menghadapi ancaman terorisme yang terus berkembang.
Melalui kolaborasi BNPT RI dan Uni Eropa, masyarakat diharapkan semakin terlindungi dari paparan konten berbahaya, sekaligus lebih bijak dalam memanfaatkan teknologi digital.
ANTARA









