JAKARTA –

BORNEONEWS, Moskow - Pemerintah Afghanistan menyebut serangan artileri Pakistan menghantam wilayah perbatasan di Provinsi Kunar dan menyebabkan tiga warga sipil tewas.

Wakil Juru Bicara Pemerintah Afghanistan, Hamdullah Fitrat mengatakan, serangan tersebut terjadi di Distrik Dangam, Provinsi Kunar, dekat Garis Durand, Senin, 4 Mei 2026.

Menurutnya, selain menewaskan tiga warga sipil, serangan itu juga melukai 14 orang lainnya. Sebagian besar korban disebut merupakan perempuan dan anak-anak.

“Rezim militer Pakistan melanjutkan kejahatan perangnya, dengan sengaja kembali menargetkan rumah-rumah warga sipil, sekolah, pusat kesehatan, dan masjid di Distrik Dangam, Provinsi Kunar, dekat Garis Durand,” kata Fitrat melalui platform X.

Fitrat menyampaikan, serangan tersebut juga menimbulkan kerusakan sejumlah fasilitas umum. Dua sekolah dilaporkan rusak, termasuk satu sekolah khusus perempuan.

Selain itu, satu pusat kesehatan dan dua masjid disebut hancur total akibat serangan tersebut.

Ketegangan antara Afghanistan dan Pakistan sebelumnya sempat dibahas dalam pembicaraan damai di Kota Urumqi, China, pada awal April 2026.

Negosiasi itu dilakukan setelah meningkatnya konfrontasi militer di wilayah perbatasan. Ketegangan dipicu serangan Pakistan terhadap sejumlah provinsi di Afghanistan, termasuk Kabul, pada 22 Februari 2026.

Pada 16 Maret 2026, sedikitnya 400 orang dilaporkan tewas dan lebih dari 250 orang lainnya terluka dalam serangan udara Pakistan terhadap sebuah rumah sakit rehabilitasi narkoba di Kabul.

Afghanistan dan Pakistan sempat mengumumkan gencatan senjata sementara selama libur Idul Fitri pada 20 hingga 22 Maret 2026. Namun, Pakistan dilaporkan beberapa kali melanggar gencatan senjata tersebut.

Putaran pembicaraan sebelumnya antara Kabul dan Islamabad juga pernah digelar di Qatar, Turki, dan Arab Saudi. Namun, pembicaraan itu belum membuahkan hasil.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti/ANTARA