BORNEONEWS, Palangka Raya – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah memberikan dampak positif bagi sebagian pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Salah satu dampaknya terlihat dari meningkatnya omzet pedagang buah dan tahu setelah menjadi suplier kebutuhan program tersebut.
Mereka adalah Jefrianto dan Yakup Juwari, penyuplai buah dan tahu pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Palangka Raya Menteng 1.
"Saya menyuplai buah jeruk dan pisang. Kebutuhan paling sedikit 3 kwintal atau 300 kilogram setiap hari," ujar Jefri di Palangka Raya baru-baru ini.
Dia menuturkan, omzet ini jauh jika dibanding sebelum dirinya menjadi penyuplai MBG. Pada saat itu, omzetnya berkisar Rp700 - 800 ribu perhari. Namum sekarang, rata-rata Rp1,4 juta per hari.
"Untuk buah, saya mengambil di Kalampangan. Suplai setiap harinya juga beda-beda, misalnya hari ini pisang, besok beda lagi," ungkapnya.
Dia mengaku bersukur karena omzet meningkat. Ditambah lagi, peningkatkan itu turut memberikan peluang kerja bagi seseorang yang membutuhkan. Jefri kini juga fokus menyiapkan kebutuhan buah di dalam kota dari sebelumnya sampai luar kota.
Peningkatan omzet juga dialami Yakup Juwari. Ada beberapa produk yang disiapkan, mulai dari tahu goreng dan tahu dalam bentuk olahan yaitu tahu bakso.
“Peningkatan produksi untuk kebutuhan MBG berkisar dua setengah sampai 3 karung. Kalau dilihat dari jumlah pembuatannya, kisaran 5.000 sampai 7.000 biji perpesanan. Ini bisa dua hari sekali,” ungkapnya.
Dia melanjutkan, meningkatnya jumlah produksi juga mengharuskannya memperluas pabrik pembuatan tahu, termasuk bertambahnya jumlah kartawan. “Sebelumnya, hanya 2 orang. Sekarang jadi 5 karena ada penambahan 3 orang,” ungkapnya.
Tidak hanya itu, upah untuk pekerja juga naik yang tentunya dapat membantu menambah penghasilan. “Misalnya, dulu gaji per kartawan Rp150 ribu, sekarang bisa mencapai Rp250 ribu per hari. Jadi, dampaknya benar-benar berantai,” tuturnya sembari menyampaikan tempat usahanya bernama Tahu Bakso Ijo di Jalan G Obos.
Sebelumnya, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Palangka Raya Menteng 1 menyampaikan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan yang baik pada program MBG. Salah satunya menghadirkan inovasi berupa QR code sebagai bentuk keterbukaan informasi publik.
Melalui fitur tersebut, penerima manfaat dapat dengan mudah mengakses berbagai informasi penting hanya dengan melakukan pemindaian. Data yang ditampilkan mencakup hasil uji organoleptik atau hasil dari menguji kualitas makanan, hingga rincian bahan baku yang digunakan, termasuk harganya.
QR code tersebut ditempel di sejumlah sekolah, sehingga dapat dengan mudah diakses oleh siswa maupun pihak terkait. “Penerima manfaat bisa langsung memindai dan melihat informasi terkait kelayakan makanan sampai dengan bahan yang digunakan. Setiap hari datanya update sesuai makanan yang disajikan,” ujar Kepala SPPG Jekan Raya Menteng 1, Boris Chandra Aulia.
Ia menuturkan, inovasi QR code ini sudah berjalan sejak bulan Ramadan lalu. Langkah ini sebagai bentuk komitmen SPPG Menteng 1 dalam memastikan transparansi serta menjamin bahwa makanan yang disajikan benar-benar aman dan layak dikonsumsi.
Sejak mulai beroperasi pada 10 Juni 2025, SPPG Menteng 1 diklaim berjalan lancar tanpa kendala berarti. Tidak ditemukan permasalahan menonjol dalam pelaksanaan program hingga saat ini.
Dalam mendukung program nasional pemenuhan gizi, SPPG Menteng 1 melayani 2.653 penerima manfaat. Mereka terdiri atas peserta didik tingkat SD hingga SMA di enam sekolah dan delapan posyandu di wilayah setempat. (BUDI/y)









