BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Barat (Kobar) bersama BPJS Ketenagakerjaan menggelar kegiatan Apresiasi Anugerah Desa Terbaik Tahun 2025 di Aula Kiai Gede Kantor Bupati, Selasa, 5 Mei 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Kobar Suyanto serta seluruh kepala desa se-Kobar, sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendorong perlindungan sosial ketenagakerjaan hingga ke tingkat desa.
Pelaksanaan kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari amanat regulasi, khususnya Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2021 tentang optimalisasi penyelenggaraan program jaminan sosial ketenagakerjaan.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kobar, Dra. Aida Lailawati, M.Si menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan apresiasi kepada pemerintah desa yang memiliki dedikasi tinggi dalam mendukung terwujudnya Universal Coverage Jamsostek (UCJ).
“Tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan penghargaan kepada desa-desa yang telah berkomitmen dan aktif dalam mewujudkan Universal Coverage Jamsostek,” ujar Aida dalam laporannya.
Selain penyerahan penghargaan, kegiatan ini juga diisi dengan sosialisasi program dari tim BPJS Ketenagakerjaan guna meningkatkan pemahaman serta partisipasi masyarakat desa terhadap pentingnya perlindungan jaminan sosial.
Dalam laporan BPJS Ketenagakerjaan Kobar disebutkan, hingga triwulan I tahun 2026 jumlah pekerja yang telah tercakup dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan mencapai 61.568 orang.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.979 pekerja mendapatkan perlindungan melalui pembiayaan APBD dan APBDes. Selain itu, tercatat sebanyak 11 desa telah mendaftarkan pekerja rentan di wilayahnya.
Adapun desa terbaik Tahun 2025 dalam mendukung Universal Coverage Jamsostek yaitu Harapan 3 Desa Pangkalan Banteng, Harapan 2 Desa Tanjung Terantang, Harapan 1 Desa Sakabulin, Juara 3 Desa Riam Durian, Juara 2 Desa Natai Baru, dan Juara 1 diraih Desa Dawak.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Kobar Suyanto menyampaikan bahwa capaian Universal Coverage Jamsostek di Kobar saat ini berada pada angka 53 persen dan masih bersifat dinamis seiring pergerakan jumlah tenaga kerja.
“Dengan jumlah iuran yang relatif terjangkau, seharusnya pilihan untuk mendaftarkan diri dalam kepesertaan Jamsostek harus terus ditingkatkan,” tegasnya.
Ia menambahkan, pada tahun 2026 Pemkab Kobar menargetkan peningkatan cakupan Universal Coverage Jamsostek melalui penguatan sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, masyarakat, dan BPJS Ketenagakerjaan.
“Diperlukan kerja sama yang sinergis antara pemerintah daerah, masyarakat, dan BPJS Ketenagakerjaan agar target ini dapat terwujud,” pungkas Suyanto. (DANANG/y)









