PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP menegaskan pentingnya kualitas dan dampak nyata dalam setiap proposal yang diajukan pada program Grant Riset 2026.

Komite Penelitian dan Pengembangan BPDP, Tony Liwang, menyampaikan bahwa standar penilaian proposal dirancang ketat guna memastikan dana yang disalurkan tepat sasaran dan mampu menghasilkan inovasi yang memiliki daya guna tinggi bagi sektor perkebunan.

Menurutnya, luaran atau output riset harus bersifat replikabel, sehingga dapat digunakan secara luas oleh masyarakat maupun pelaku usaha di sektor perkebunan. Dengan demikian, hasil penelitian tidak berhenti pada tataran akademis, tetapi mampu diimplementasikan secara nyata di lapangan.

“Output yang diharapkan adalah replicable sehingga siapa saja dapat menggunakan dan masyarakat dapat mengaplikasikannya. Tolong perhatikan daftar periksa agar tidak ada yang terlewatkan, seperti apakah riset sudah jelas, memiliki relevansi yang kuat, inovatif, berdampak, dan apakah nilai komersialisasinya bernilai tinggi?” tegasnya dalam rilis BPDP pada Selasa, 5 Mei 2026.

Ia menambahkan, aspek inovasi dan relevansi menjadi poin krusial dalam seleksi proposal, seiring dengan tuntutan agar hasil riset mampu menjawab kebutuhan industri sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas perkebunan.

"Riset yang bersifat replikabel dinilai menjadi kunci utama dalam mempercepat adopsi inovasi, khususnya oleh pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) di berbagai daerah," tegasnya.

Dengan pendekatan tersebut, BPDP berharap hasil penelitian dapat memberikan manfaat luas dan berkontribusi terhadap penguatan sektor perkebunan nasional. (TESTI PRISCILLA/Y)